Universitas Teknologi Sumbawa
Universitas Teknologi Sumbawa Adakan Seminar Nasional Sinteksi Hadapi Era Society 5.0
Seminar ini membahas teknologi buatan society 5.0 berbasis sains (AI, Robot, dan IoT) dan fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyelenggarakan seminar nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Sains (Sinteksi).
Seminar ini membahas teknologi buatan society 5.0 berbasis sains (AI, Robot, dan IoT) dan fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Olat Maras Power Universitas Teknologi Sumbawa Terima Penghargaan Medco Foundation
Kegiatan ini diikuti 217 orang peserta seminar dan 27 pemakalah dari universitas lainnya seperti Universitas Syiah Kuala Bada Aceh, UIN Sumatra Utara Medan, Universitas Budi Darma Medan, dan Universitas Saintek Muhammadiyah Jakarta.
Selain itu, hadir juga utusan dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Narotama Surabaya, dan beberapa universitas lainnya di wilayah NTB.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menjadi keynote speaker atau pembicara kunci dalam seminar tersebut.
“Industrisasi tidak mungkin terjadi tanpa sains dan teknologi, dengan adanya IT Sistem Informasi Daerah yang terpencil, negara berkembang pun bisa bersaing dengan negara maju dah bahkan melampauinya," kata gubernur.
Sementara Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Chairul Hudaya membawakan materi terkait Pemanfaatan IoT dalam menghadapi era Society 5.0.
"Memasuki Era Society 5.0, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) dalam operasional mereka. IoT dimanfaatkan mulai dari proses identifikasi model bisnis dan sumber bahan baru, hingga proses merampingkan produksi dan mengelola pengalaman pelanggan," kata rektor.
Untuk menguasai bidang IoT, kata dia, beberapa skill mesti dipahami. Satu di antaranya adalah programming.
Pembicara ketiga yaitu Bu Prof. kusrini, M.Kom. Guru Besar Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof Kusrini yang berbicara tentang teknologi data.
Pemateri keempat yaitu Prof.Dr. Hago Saragih, ST. Guru Besar Universitas Bakri, Prof Hago menyampaikan materi tentang Sistem Komunikasi Digital dan Security.
Seminar nasional ini merupakan forum pertemuan dosen, peneliti dan mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian.
Mietra Anggara, ST, MT selaku dekan Fakultas Rekayasa Sistem memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada program studi informatika dan seluruh panitia yang telah menyiapkan acara seminar nasional ini.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dijadikan acara tahunan Program Studi Informatika.
“Alhamdulillah kegiatan Sinteksi 1 berjalan lancar. Selain untuk kita, semoga dampak positifnya dapat diarahkan oleh masyarakat," tutur Mietra Anggara.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Gubernur-NTB-Zulkieflimansyah-Cawapres-2024.jpg)