NTB
Perguruan Tinggi di Kota Bima Semakin Maju, Stisip Ubah Status Jadi Universitas Mbojo Bima
Penulis: Atina | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Dunia perguruan tinggi di Kota Bima semakin maju ditandai dengan bertambahnya jumlah universitas.
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISP) Mbojo Bima mengubah statusnya menjadi Universitas Mbojo Bima ( Umbo) Bima.
Baca juga: Adu Jangkrik dengan Pikap, Truk Pengangkut Tebu di Dompu Masuk ke Sungai
Umbo Bima menjadi universitas kedua di Kota Bima setelah Universitas Muhammadiyah Bima yang baru saja disahkan beberapa bulan lalu.
Perubahan status Umbo Bima ditetapkan pada 10 November 2022 dan diresmikan pada Kamis (17/11/2022) di uudotorium kampus universitas tersebut.
Peresmian perubahan status bersamaan dengan pelantikan Dr Rifa'i sebagai Rektor Umbo Bima.
Universitas Mbojo Bima, kini membuka enam program studi yang awalnya hanya 4 program studi.
Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Mbojo, H Mukhtar Yasin dalam mengatakan, perjuangan untuk membangun universitas sudah dilakukan sejak tahun 1981.
Banyak rintangan yang dihadapi, satu di antaranya aturan pembentukan universitas yang terus berubah-ubah.
"Sampai akhirnya pada sembilan bulan lalu, kita diminta Dikti untuk menunggu tiga tahun, tapi saya jawab tidak mampu dan saya minta waktu sembilan bulan," beber Mukhtar.
Berkat kerja sama semua unsur di STISIP Mbojo Bima, hingga akhirnya target 9 bulan tersebut terpenuhi dan perubahan status menjadi Universitas Mbojo Bima terwujud.
Ia juga mengungkap, ciri-ciri majunya sebuah daerah bisa dilihat daris sektor pendidikannya.
Selama ini, banyak sumber daya manusia di Bima yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi di luar Bima.
"Berapa peredaran uang orang Bima di luar daerah karena harus kuliah di luar daerah," ungkapnya.
Saat ini dengan adanya Umbo Bima di Kota Bima, maka harapan besar peredaran uang itu akan kembali ke Bima dan Dompu.
"Sudah dua universitas kita sekarang ini, untuk Bima dan Dompu. Maju daerah kita ke depan," tegasnya.
Mukhtar juga mengimbau kepada mahasiswa, segera memperbaiki pola studi selama ini yang dijalani pada status sekolah tinggi.
"Jangan kecewakan orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh. Segera ubah kartu tanda mahasiswa kalian, menjadi universitas," imbaunya.
Ia juga meminta kepada jajaran dosen, tidak ingin lagi mendapatkan laporan dari mahasiswa adanya dosen yang tidak masuk kelas.
"Semua hal-hal baik dirawat, hal-hal buruk ditinggalkan demi kemajuan bersama. Rawat kampus kita, karena ini milik kita semua, " pungkasnya.
Wali Kota Bima yang diwakili Sekda H Mukhtar Landa dalam sambutannya menyampaikan selamat atas perubahan status Stisip Mbojo menjadi Universitas Mbojo Bima.
"Selamat atas perubahan status ini. Saya sebagai kampus alumni ini, merasa sangat bangga," akunya.
Ian juga menyampaikan selamat atas dilantiknya Dr Rifa'i sebagai rektor pertama Umbo Bima.
"Semoga menjadi nahkoda terbaik dalam perjalanan Umbo kedepan," tambahnya.
Mukhtar mengungkap, banyak alumni yang menduduki jabatan strategis di birokrasi Pemerintah Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Dompu.
Dia optimistis, setelah perubahan status ini akan semakin banyak alumninya yang berdikari membangun daerah Bima dan Dompu lebih baik ke depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Mbojo.jpg)