NTB
Honorer Nakes di Dompu Mengaku Diancam, Aksi Mogok Kerja Dicabut
Penulis: Atina | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, DOMPU - Forum Komunikasi Honorer Nakes non ASN (FKHN) dari 10 puskesmas dan satu rumah sakit di Kabupaten Dompu, mencabut aksi mogok kerja.
Keputusan itu terpaksa diambil, lantaran sejumlah nakes mengaku ketakutan setelah mendapat ancaman.
Seperti pencabutan SK sebagai Honor Daerah, hingga data identitas mereka diminta aparat kepolisian.
"Banyak teman kemarin yang diintimidasi dengan list nama-namanya diminta kepolisian. Bahkan yang punya SK Honda diancam akan dicabut," kata Ketua FKHN Dompu, Eki Irawan saat dikonfirmasi, Selasa (15/11/2022).
Baca juga: FRPABK Beri Catatan Terhadap Raperda Usulan Pemda KSB tentang Jasa Konstruksi
Akibatnya, ia sebagai Ketua memutuskan untuk mencabut atau berhenti melakukan aksi mogok kerja.
Dengan dicabutnya aksi mogok kerja sesuai surat nomor 042/FKHN Kab.Dompu/XI/2022 perihal pemberitahuan masuk kerja kembali, maka terhitung mulai Tanggal 15 November 2022 ini ratusan nakes mulai aktif di wilayah kerja masing-masing.
Menurut Eki, aksi mogok kerja selama tiga hari kemarin cukup membuat ASN nakes kewalahan melayani pasien di puskesmas dan rumah sakit.
Hanya saja pelayanan tetap berjalan kondusif.
Baca juga: Maksimalkan Sisa Anggaran Perbaikan Dampak Bencana Alam, BPBD Lotim Prioritaskan Perbaikan Jembatan
Selain takut atas ancaman pencabutan SK Honda, mogok kerja dihentikan karena sudah diagendakan rapat dengan DPRD bersama Pemkab Dompu.
Dalam pertemuan itu, pihaknya akan meminta formasi PPPK disediakan untuk nakes non ASN di tahun 2023 mendatang.
"Itu saja tuntutan kita ndak ada yang lain. Kemarin terpaksa kami mogok karena pernyataan Wakil Bupati. Jadi kita melakukan mogok kerja sebagai bentuk sakit hati," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Diaz Indarko mengakui sejumlah nakes non ASN yang bekerja di rumah sakit memang sempat mogok.
Namun, aksi itu hanya berlangsung sehari dan sama sekali tidak mengganggu pelayanan pasien.
"Mogoknya cuma hari Sabtu kemarin, sekarang sudah masuk semua. Selama mereka mogok juga pelayanan tetap normal, tidak ada kami ancaman apa-apa, mereka aktif kembali atas inisiatif pribadi," kata Diaz saat dikonfirmasi, Selasa.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/seorang-tenaga-kesehatan-di-kota-mataram-bersiap-siap-sebelum-mengambil-sampel-swab.jpg)