NTB
58 SD di Lombok Timur Akan Terima Bantuan TIK Chromebook dari Kemendikbudristek
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sebanyak 58 kepala SD di Lombok Timur telah mengikuti bimbingan dan arahan mengenai penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Selanjutnya para kepala SD ini diberikan bimbingan teknis (Bimtek) di Surabaya yang akan berlangsung dari tanggal 6-9 November 2022
Pelatihan/Bimtek tersebut dalam rangka optimalisasi program bantuan peralatan TIK.
Kepala SD yang mendapatkan pelatihan ini sejalan dengan pemberian bantuan alat TIK dari Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Baca juga: Rekanan Tipu Rekanan, Modus Investasi Proyek Chromebook Penanganan Covid-19 untuk SD di Lombok Timur
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Khairurrrazak Hanafi, mengemukakan bahwa 58 SD calon penerima bantuan TIK terlebih dahulu diberikan Bimtek, agar memahami cara mengoperasikannya nanti.
"Jadi, sekolah yang akan menerima bantuan TIK Chromebook ini, oleh Dirjen diminta untuk di-Bimtek dulu. Sehingga setelah didistribusikan nanti, sekolah tersebut sudah bisa mengoperasikannya," terangnya dikonfirmasi TribunLombok.com, Kamis (9/11/2022).
Hal itu, jelas dia, mengingat perangkat Chromebook berbeda cara pengoperasiannya dengan laptop maupun komputer pada umumnya.
Chromebook memiliki spesifikasi yang dirancang secara khusus untuk kebutuhan sekolah.
Pada perangkat Chromebook tidak bisa mengakses link soal ujian melalui aplikasi Google maupun Chrome, tapi harus melalui link khusus yang tersedia pada perangkat Chromebook, yakni Exam Browser.
Adapun 58 SD yang akan menerima bantuan TIK tersebut, ungkap Khairurrazak, merupakan sekolah yang lulus verifikasi dari 60 sekolah yang diusulkan Dinas Dikbud Lombok Timur.
Pada dasarnya, kata dia, pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek akan memberikan bantuan TIK kepada semua sekolah, dalam rangka menunjang penerapan kurikulum merdeka namun diberikan secara bertahap.
Oleh karenanya, lanjut dia lagi, pemberian bantuan TIK akan dilaksanakan menggunakan skala prioritas.
Oleh sebab itu, pemerintah pusat dalam melakukan verifikasi dengan syarat utamanya adalah jumlah siswa tidak kurang dari 60 orang.
Jumlah SD di Lombok Timur sebanyak 773.
Sementara jumlah sekolah yang sudah menerima bantuan TIK hingga saat ini berjumlah 280 sekolah.
Jika digabungkan dengan yang akan menerima bantuan bulan ini, maka total keseluruhannya adalah 338 sekolah.
"Sehingga kalo kita total secara persentase, sekolah kita yang sudah mendapatkan bantuan TIK itu masih di bawah 50 persen," bebernya.
Baca juga: Sejumlah Bangunan SD Negeri di Sumbawa Barat Perlu Segera Direhabilitasi
Salah satu penentu suksesnya penerapan kurikulum merdeka adalah tersedianya peralatan TIK sebagai faktor penunjang utama.
"Karna itulah, bagi sekolah yang belum memiliki TIK dia dibebaskan untuk menggunakan kurikulum di sekolahnya, apakah dia mau menggunakan kurikulum merdeka atau kurikulum yang lama," tandasnya.
Kendati begitu, bagi sekolah-sekolah penggerak sudah harus dipastikan menerapkan kurikulum merdeka, lantaran sudah memenuhi segala persyaratan. Baik dari sisi SDM, perangkat TIK, maupun jumlah siswanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pembinaan-SD-Dikbud-Lombok-Timur-Khairurrrazak-Hanafi.jpg)