Piala Dunia 2022
Mengenal Tradisi Mexican Wave di Stadion Sepak Bola
Mexican Wave adalah fenomena puluhan ribu penonton di stadion sepak bola bersorak sembari melambaikan tangan ke atas dalam posisi berdiri.
TRIBUNLOMBOK.COM - Sepak bola merupakan perayaan kemanusiaan sehingga ada tradisi yang menyertainya termasuk tradisi Mexican Wave yang sangat terkenal.
Mexican Wave adalah fenomena puluhan ribu penonton di stadion sepak bola bersorak sembari melambaikan tangan ke atas dalam posisi berdiri.
Baca juga: Wasit asal Jepang Yoshimi Yamashita Bangga Mendapat Penghargaan Bergengsi dari Forbes
Mereka meragakan gerakan itu bergantian secara teratur laksana ombak mengelilingi stadion.
Tradisi Mexican Wave selalu memberi sensasi yang memikat terutama di ajang kejuaraan sepak bola Piala Dunia atau FIFA World Cup.
Kamus Oxford memberi defisisi khusus mengenai tradisi Mexican Wave. Menurut Oxford Dictionary, Mexican Wave adalah kata benda atau noun.
Pengertiannya adalah: Gerakan terus-menerus yang terlihat seperti gelombang di laut, yang dibuat oleh sekelompok besar orang, terutama orang-orang yang menonton pertandingan olahraga, ketika satu demi satu berdiri, mengangkat tangan, dan kemudian duduk lagi.
Tradisi Mexican Wave memiliki nama yang berbeda di seluruh dunia. Amerika Serikat menyebut Mexican Wave dengan istilah The Wave.
Orang Meksiko menyebut Mexican Wave dengan kata La Ola atau hari kehidupan dalam bahasa Hawaii.
Asal Mexican Wave
Dikutip dari BBC, asal usul Mexican Wave masih menjadi perdebatan atau belum diketahui secara pasti.
Terdapat klaim yang menyebut Mexican Wave pertama kali terlihat di Meksiko pada 1960-an, di Kanada (1970-an), atau di balapan Indy 500 Road Race (1973).
BBC juga menyebut banyak bukti yang mengarah Mexican Wave pertama kali muncul di Amerika Serikat.
Adapun The Sun menilai Mexican Wave mulai populer di event olahraga Amerika Serikat pada akhir 1970-an.
Salah satu sosok yang dianggap mempopulerkan Mexican Wave di Amerika Serikat adalah George Henderson.
Dikutip dari BBC, George Henderson yang merupakan seorang pemandu sorak atau cheerleader, mengaku pertama kali memandu Mexican Wave pada 15 Oktober 1981.
Momen itu terjadi pada pertandingan Liga Bisbol Amerika Serikat (MLB) yang mempertemukan Major Oakland A dan New York Yankees.
George Henderson disebut membutuhkan empat percobaan sebelum akhirnya seluruh penonton stadion kompak melakukan Mexican Wave ketika itu.
"The Oakland A sudah kehilangan dua game tandang saat itu. Pada inning ketiga saya pikir saya akan mencoba hal yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya," kata George dikutip dari BBC.
"Saya menemukan tiga bagian tribune dan mulai menjelaskan apa yang saya inginkan. Tempat itu kemudian menjadi gila," ujar George menambahkan.
Menilik uraian di atas, Mexican Wave hampir dipastikan bukanlah tradisi yang berasal dari sepak bola.
Sejak Olimpiade 1984
Penonton atau suporter sepak bola diyakini mulai melakukan Mexican Wave pada Olimpiade 1984 yang dihelat di Amerika Serikat.
Publik sepak bola dunia dinilai mulai melihat Mexican Wave pada laga final Olimpiade 1984 yang mempertemukan timnas Brasil dan Perancis.
Sekitar 100 ribu fans yang hadir memadati Stadion Rose Bowl, California, Amerika Serikat, itu kompak melakukan Mexican Wave.
Dua tahun berselang, Mexican Wave menjadi semakin populer dalam dunia sepak bola ketika penonton Piala Dunia 1986 rutin membuat gelombang ombak di stadion.
Sejak saat itulah gelombang ombak penonton mulai disebut dengan Mexican Wave oleh publik sepak bola dunia. Sebab, Piala Dunia 1986 dihelat di Meksiko. Namun, tradisi Mexican Wave terlihat sudah mulai luntur pada setiap gelaran Piala Dunia.
Christ Hunt yang merupakan seorang jurnalis dan penulis buku World Cup Stories memiliki pendapat sendiri tentang lunturnya tradisi Mexican Wave.
Menurut Christ Hunt, penonton Piala Dunia hanya akan membuat Mexican Wave ketika pertandingan berjalan tidak menarik atau menghibur. Christ Hunt bahkan menyebut Mexican Wave adalah tradisi usang.
Christ Hunt menyebut Mexican Wave kini hanya menjadi cara penonton untuk mengusir rasa bosan.
"Mexican Wave adalah topi yang agak tua," kata Christ Hunt dikutip dari artikel BBC yang rilis pada 16 Juni 2010.
"Saya pikir ketika sebuah pertandingan lesu dan tidak ada yang benar-benar terjadi di lapangan, para penggemar akhir-akhir ini merasa itu adalah cara untuk mendapatkan nilai uang dari tiket pertandingan yang mereka beli dengan mahal," demikian Christ Hunt.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul 42 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Asal-usul Tradisi Mexican Wave
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Mexican-Wave.jpg)