NTB

Update Angin Puting Beliung di Lombok Timur: 111 Rumah Rusak, 431 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

ISTIMEWA
Tampak kondisi rumah di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur mengalami kerusakan akibat dihantam angin puting beliung pada Minggu (9/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bencana alam angin puting beliung menimpa masyarakat di Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Imbasnya, ratusan rumah di enam dusun di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur mengalami kerusakan akibat di hantam angin puting beliung pada Minggu (9/10/2022).

Update terkini hingga Senin (10/11/2022) tercatat sebanyak 111 unit rumah rusak akibat bencana alam angin puting beliung tersebut.

Baca juga: 97 Unit Rumah Rusak Dihantam Angin Puting Beliung di Lombok Timur, Seorang Ibu Jadi Korban

"Tercatat sampai dengan tadi malam hingga pukul 12.00 WITA, kamu bersama kepala desa dan kadus, mencatat masyarakat yang terkena dampak, jadi di tanjung luar untuk sementara ada 111 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung ini," ucap Camat Keruak Subhan saat dikonfirmasi TribunLombok.com, Senin (10/10/2022).

Dari hasil pencatatan dengan skema by name by address, 431 jiwa harus kehilangan tempat tinggalnya.

Sementara untuk korban tercatat 2 orang luka-luka yang saat ini sudah ditangani pihak puskesmas setempat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur pun telah bergerak untuk mengatasi korban yang terkena dampak dari bencana angin puting beliung ini.

"Pagi ini Bupati Lombok Timur H. M Sukiman Azmy langsung meninjau kondisi masyarakat dan segera di lakukan asesmen pagi ini dan pengiriman bantuan," terang Subhan.

Selain itu Pemkab juga telah mengeluarkan surat edaran untuk kewaspadaan bencana ini melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur.

Subhan telah mengatensi khusus dengan imbauan meningkatkan kewaspadaan ke desa-desa.

Mengingat musim penghujan akan terus melanda Lombok Timur sampai dengan beberapa bulan ke depan.

Subhan juga mengakui, bencana alam angin puting beliung yang menimpa masyarakat di Kecamatan Keruak merupakan yang pertama semenjak ia menjabat sebagai camat.

Oleh karenanya mitigasi dan skema menghadapi bencana seperti itu belum sepenuhnya dipersiapkan.

"Karena memang masyarakat di desa Tanjung Luar sudah terlatih dan terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Sehingga saat ada kejadian mereka bergotong royong membantu keluarga yang terdampak," tuturnya.

Baca juga: Wisata Alam Nonpendakian Gunun Rinjani Ditutup Sampai 31 Maret 2023 karena Cuaca Ekstrem

Saat ini dari dinas terkait sudah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terdiri dari Tagana, Dinsos, BPBD, DLH, PUPR, Polres, dan semua unsur terkait atas perintah pimpinan semua langsung turun meninjau lokasi.

Adapun bantuan logistik berupa terpal dan selimut sudah di sediakan Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur, sehingga nantinya terpal hari ini akan bisa secara langsung disalurkan.

"Untuk sementara masyarakat yang terkena dampak untuk sementara tinggal di tetangga terdekatnya. Himbauannya masyarakat tetap waspada mengantisipasi datangnya bencana," tutup Subhan.

(*)