Mengenal Kurash, Cabang Olahraga Beladiri yang Baru Hadir di Nusa Tenggara Barat

Kurash adalah jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Dion DB Putra
Ilustrasi
Atlet kurash sedang beraksi. Kurash merupakan olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Cabang olahraga beladiri kurash sudah resmi hadir di Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB.

Atlet kurash asal NTB berpeluang besar turun pada PON XXII NTB-NTT tahun 2028 mendatang.

Baca juga: Ketua KONI NTB Mori Hanafi Dambakan PON 2028 Sukses Seperti MotoGP Mandalika dan MXGP Samota

Cabang olahraga ini belum populer di kalangan masyarakat NTB. Berikut sekilas profil cabang olahraga kurash yang dihimpun dari berbagai sumber.

Kurash adalah jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus.

Olahraga kurash berasal dari wilayah Tatarstan, Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan.

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi menyerahkan Surat Keputusan PB Ferkushi tentang pengurus  Ferkushi NTB di Sekretariat KONI NTB, Sabtu (8/10/2022).
Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi menyerahkan Surat Keputusan PB Ferkushi tentang pengurus Ferkushi NTB di Sekretariat KONI NTB, Sabtu (8/10/2022). (FOTO ISTIMEWA/KIRIMAN MITRA)

Kurash memiliki teknik beladiri yang mirip dengan judo dan gulat.

Bedanya, kurash hanya boleh menggunakan bantingan atas dengan tangan dan tidak boleh bantingan bawah atau menggunakan kaki.

Di Indonesia cabang olahraga kurash untuk pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 Jakarta - Palembang.

Indonesia sebagai tuan rumah wajib ambil bagian dalam cabang olahraga baru ini.

Hal itu juga akan berlaku untuk NTB saat menjadi tuan rumah PON XXII tahun 2028 nanti.

Secara nasional, PB Ferkushi sudah banyak melaksanakan agenda penting.

Seperti Kejurnas kurash untuk seleksi atlet nasional dan berpartisipasi dalam SEA Games 2019 di Manila.

Selain dalam ajang multi event tingkat Asia dan Asia Tenggara, kurash Indonesia juga pernah mengikuti kejuaraan World Martial Arts Masterships tahun 2019 di Chungju, Korea Selatan.

Untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga kurash di Indonesia, PB Ferkushi terus melakukan pembinaan dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan.

Kepengurusan Ferkushi di Provinsi juga terus bertambah dan ditargetkan tahun 2022 seluruh provinsi di Indonesia sudah ada kepengurusan Ferkushi.

Cabor ini pun sudah melaksanakan eksebisi di PON XX Papua dan siap dipertandingkan secara resmi di PON XXI tahun 2024. (*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved