Berita Lombok Utara

Artis TikTok Mia Resmi Dilaporkan ke Polisi, Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara: Rusak Citra Daerah

Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara sudah resmi melaporkan artis TikTok Mia Earlina ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dan informasi palsu

Dok. Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara
Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara saat menyerahkan laporan ke DitReskrimsus Polda NTB pada Senin (19/9/2022) kemarin. Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara sudah resmi melaporkan artis TiktTok Mia Earlina ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dan informasi palsu. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com Lalu M Gitan Prahana

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Mia Earlina, artis TikTok resmi dilaporkan ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian terhadap warga Kabupaten Lombok Utara.

Unggahan Mia sempat viral karena curhatannya dia yang mendapat catcalling atau pelecehan verbal di jalan ketika berwisata ke Gili Trawangan menimbulkan reaksi masyarakat.

Meski ia telah mengklarifikasi serta meminta maaf, namun artis TikTok dengan pengikut sekitar 383 ribu orang itu dianggap telah merusak citra daerah.

Koalisi Advokat Peduli Lombok Utara sudah resmi melaporkan Mia Earlina ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dan informasi palsu.

Baca juga: Dianggap Merusak Citra Daerah, Tiktoker Mia Earliana Dilaporkan Warga Lombok Utara Ke Polisi

"Kami melaporkan atau mengadukan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan atau berita bohong yang menyebabkan kegaduhan yang dilakukan melalui media sosial (medsos) oleh akun Tik tok @Mia Earliana," ujar Marianto, pada Selasa (20/9/2022).

Laporan ini diserahkan Senin (19/9/2022) ke Ditreskrimsus Polda NTB dengan Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor TBLP/40/IX/2022/DitReskrimsus.

Laporan ini terkait dugaan pelanggaran seperti disebut dalam pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (ITE).

Komentar-komentar dari unggahan video Mia Eralina dengan durasi kurang lebih 2 menit 50 detik makin bergulir panas.

Bahkan, menurut Marianto, seakan-akan menyebut masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat yang mesum.

"Parahnya lagi yang bersangkutan juga mengklaim bahwasanya perlakukan tersebut seolah dilakukan oleh banyak orang yang berada di tempat itu," terangnya.

Pelaku catcalling yang dimaksud Mia Earlina, sambung Marianto, hanyalah satu dari ratusan ribu bahkan jutaan wisatawan yang datang ke daerah ini setiap tahunnya.

Baca juga: Viral Wisatawan Kena Catcalling di Gili Trawangan, Penyedia Jasa: Pelaku Harus Diusut Tuntas

"Atas tuduhan tersebut, kami sebagai masyarakat Lombok Utara merasa dirugikan dengan timbulnya anggapan atau stigma bahwa masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat yang tidak menghargai orang yang tengah berkunjung," tegas Marianto.

Sebab hal itu menurutnya berlawanan dengan nilai-nilai tradisional masyarakat Lombok Utara yang terus dijaga selama ini.

"Lombok Utara dengan citra daerah yang ramah, aman, dan damai menjadi tercederai oleh pernyataan dalam video tersebut," sesalnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved