NTB
Dinas Pendidikan Lombok Tengah Pastikan SDN Bile Tengak Akan Diperbaiki
Penulis: Lalu M Gitan Prahana | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan Tribunlombok.com Lalu M Gitan Prahana
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - SDN Bile Tengak, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah yang saat ini dalam kondisi rusak parah dipastikan akan menjadi prioritas perbaikan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid bahwa saat ini pihaknya sedang mengusahakan agar dapat diperbaiki pada anggaran perubahan tahun ini.
"Sedang diusulkan di anggaran perubahan," kata Lalu Idham Khalid, pada Senin (12/9/2022).
Ia mengakui, sekolah yang berdiri sejak tahun 1984 itu saat ini memamg dalam kondisi memprihatinkan.
Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, SDN Bile Tengak Lombok Tengah Hampir Ambruk
Bahkan ia juga mengatakan saat ini bangunan SDN Bile Tengak akan dijadikan sebagai prioritas Dinas Pendidikan.
"Insya allah, sudah pasti akan jadi prioritas," tuturnya.
Kadis Pendidikan Lombok Tengah itu juga mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan beberapa anggota dewan di kabupaten Lombok Tengah.
"Dari komunikasi tersebut, ada yang telah bersedia untuk mengerjakan melalui pokok-pokok pikiran (pokir)," ungkap Lali Idham Khalid.
Baca juga: Terkena Imbas Pembangunan Bendungan dan Gempa Bumi, Kondisi SDN 3 Bukit Tinggi Masih Mengenaskan
"Kami usahakan, hubungi pak Muhalip Ketua Gerindra beliau sangat komit untuk bantu lewat pokirnya," kata Idham.
Sementara itu, Ismi Hendani selaku guru di SDN Bile Tengak mengatakan sejak tahun 2018 lalu sekolah tersebut sudah rusak.
"Terutama di ruang kelas 4, 5 dan 6, tinggal menunggu temboknya runtuh saja," ujarnya.
Hal itu tentu membahayakan 128 siswa yang belajar di sekolah tersebut. Sehingga ia berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan.
"Apalagi kalau memasuki musim penghujan, semua tidak bisa belajar, padahal anak-anak di SDN Bile Tengak sangat antusias untuk ke sekolah," ungkapmya.
"Tak jarang anak-anak bertanya-tanya kapan akan diperbaiki, kapan kita belajar tak bocor, kapan sekolah kita akan bagus," kata Ismi Hendani.
Karena mungkin mereka mulai takut, kalau saat proses belajar berlangsung ruang kelas bisa-bisa ambruk.
"Terlebih untuk anak-anak kelas 5 yang terpaksa harus belajar tanpa bangku dan meja, mereka tidur nulis" pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kondisi-SDN-Bile-Tengak-Desa-Mekar-Sari.jpg)