Berita Lombok Timur

Uniknya Lomba Tarik Tambang Kapal di Lombok Timur, Merawat Tradisi Masyarakat Pesisir Lewat Atraksi

Nelayan di Dusun Montong Meong Lombok Timur menggelar lomba tarik tambang kapal sebagai upaya merawat tradisi sekaligus budaya pesisir

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Kolase lomba tarik tambang kapal nelayan di Dusun Montong Meong, Labuhan Haji, Lombok Timur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Gelaran lomba tarik tambang kapal meramaikan pesisir timur Pulau Lombok.

Lomba ini terselenggara berkat kolaborasi Sunrise Land Lombok bersama mahasiswa magang Universitas Hamzanwadi, dan nelayan di Dusun Montong Meong, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur.

Direktur Sunrise Land Lombok, Qori' Bayyinaturrosyi mengatakan, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat jati diri nelayan di pesisir Pantai Labuhan Haji Lombok Timur.

"Perlombaan tarik tambang perahu tradisional ini dalam rangka inisiasi nelayan di sini. Mereka ingin menghidupi budaya di daerah pesisir, khususnya di Pantai Labuhan Haji," ucapnya kepada TribunLombok.com, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Kalender Event Lombok Timur 2023 from Marine to Mountain: Festival Menyelam hingga Rinjani 100

Pemuda yang juga akrab disapa Rosi ini menegaskan nelayan adalah budaya di daerah pesisir yang perlu untuk terus dilestarikan.

"Jadi kegiatan ini bagaimana kita menunjukan budaya nelayan itu. Terutama nelayan di Dusun Montong Meong Lombok Timur ingin diperhatikan pemerintah," sebutnya.

Rosi menerangkan nelayan di Dusun Montong Meong melakukan kegiatan ini berharap pemerintah lebih memperhatikan khususnya mengenai kajian budaya masyarakat.

"Inilah cara nelayan di sini menunjukkan eksistensi mereka, kalau secara sederhana, ini lo kami ada nelayan di dusun Montong Meong," katanya.

Adapun nelayan yang mengikuti lomba tarik tambang perahu tradisional sekitar 50 nelayan.

"Kegiatan ini sangat spontan, kedepan namun harapannya kita akan diadakan kegiatan dengan pertimbangan yang lebih matang," tuturnya.

Rosi mengatakan, kolaborasi dengan mahasiswa menunjukkan visi para nelayan.

"Dengan nelayan kami juga di sini ke depan kita akan konsepkan sebuah event yang lebih semarak lagi," terangnya.

Ia berharap lomba tarik tambang perahu di Sunrise Land Lombok Timur ini dapat menjadi pusat tempat konservasi alam dan budaya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved