RSUD Provinsi NTB

Pembangunan IGD Terpadu, Ikhtiar Wujudkan RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Rujukan Indonesia Timur

Kemudian untuk pengembangan RSUD Provinsi NTB sebesar Rp500 miliar. Dari jumlah itu, pembangunan gedung IGD Terpadu ini terdiri sembilan lantai.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMY
Pembangunan IGD Terpadu, Ikhtiar Wujudkan RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Rujukan Indonesia Timur - Direktur Utama RSUD NTB dr Lalu Herman Mahaputra. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB dr Lalu Herman Mahaputra menyebut pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu dan Rawat Inap tidak lain akan menambah kapasitas pelayanan rumah sakit.

Selain itu, IGD Terpadu RSUD NTB juga sebagai ikhtiar optimalisasi layanan kesehatan di rumah sakit terbesar di NTB itu menjadi rumah sakit grade A dan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

"Kita berharap dengan fasilitas yang nantinya ada, layanan radioterapi, kemoterapi, kanker, otak, bahkan bedah jantung masyarakat bisa melakukan pengobatan cukup di RSUD NTB."

"Tidak perlu lagi harus dirujuk ke rumah sakit lain," katanya pada Rabu, (24/8/2022).

Baca juga: Tim Gabungan RSUD NTB, UI dan Poltekkes Edukasi Kurangi Dampak Paparan Panas dan Pestisida

Selain itu pembangunan gedung IGD Terpadu dan Rawat Inap tersebut, lanjut dokter Jack, dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan sejumlah agenda internasional yang ada di NTB, seperti MotoGP, World Superbike (WSBK) dan MXGP.

Mantan Direktur RSUD Kota Mataram ini, menyampaikan ada tiga bangunan utama yang dibangun di atas lahan seluas 1,25 hektare tersebut di antaranya ruang IGD dengan bangunan delapan lantai, dan ruang rawat inap empat lantai dengan kapasitas 50 kamar.

"Dan satu gedung lagi penambahan ruang yang dipakai sebelumnya untuk ruang isolasi pasien COVID-19, akan berdiri enam lantai dari sebelumnya sudah terbangun empat lantai," terang dokter Jack sapaan akrabnya.

Pembangunan Gedung IGD Terpadu menggunakan dana pinjaman program PEN yang diperoleh Pemprov NTB dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Tahun 2021, di mana Pemprov NTB mendapatkan pinjaman sebesar Rp750 miliar.

Baca juga: PERSI NTB Gelar Muswil di RSUD NTB, Eka Nurhayati Terpilih sebagai Nakhoda Baru

Dana pinjaman sebesar itu, Rp250 miliar digunakan untuk membiayai program percepatan penanganan jalan tahun jamak.

Kemudian untuk pengembangan RSUD Provinsi NTB sebesar Rp500 miliar.

Dari jumlah itu, pembangunan gedung IGD Terpadu ini terdiri sembilan lantai, yakni gedung perawatan lima lantai dan gedung rawat inap yang sekarang menjadi IGD Trauma Center dua lantai menjadi enam lantai.

Total anggaran yang digunakan sebesar Rp350 miliar.

Sedangkan sisanya untuk pengadaan alat kesehatan sebesar Rp150 miliar.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved