Berita Lombok Tengah

Cewek Bule Prancis Terpukau Lomba Jurakan HUT ke-77 RI di Lombok Tengah: 'Menguras Tenaga'

Dua bule cantik asal Perancis terpukau atraksi lomba Jurakan HUT ke-77 RI di Lapangan Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Bule Prancis Alice dan Caroline saat menonton lomba panjat pinang di Lapangan Samarkaton desa Rembitan, Lombok Tengah, Rabu (17/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Dua bule cantik asal Perancis terpukau atraksi lomba Jurakan di Lapangan Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (17/8/2022).

Lomba panjat pinang 17 Agustus membuat 2 bule Prancis ini takjub.

Bule Prancis Alice dan Caroline menonton dari tepi lapangan, menyaksikan keseruan masyarakat merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Alice dibuat sumringah dengan aksi para peserta lomba Jurakan yang melorot dari batang pinang yang licin karena lumuran oli.

Baca juga: Serunya Lomba Jurakan di Lombok Tengah, Berhadiah Sepeda hingga Baju

Saat diwawancarai Tribunlombok Alice bercerita, dirinya mengakui baru pertamanya kali menyaksikan pertunjukan semacam ini.

Kesan pertamanya yakni gembira dengan aksi dewasa dan anak-anak yang antusias mengikuti lomba.

Caroline menambahkan, permainan panjat pinang termasuk permainan yang sangat sulit.

Para peserta membutuhkan waktu hingga berjam-jam agar bisa menaiki panjat pinang hingga ke puncak.

Panjat pinang yang dalam bahasa Sasak Lombok disebut Jurakan ini membutuhkan kerjasama tim dan kekuatan tubuh agar bisa mencapai ke puncak.

Bagi Alice dan Caroline, permainan ini juga cukup berbahaya.

Peserta yang paling bawah harus mampu menunjukkan kekuatan tubuhnya karena harus mengangkat beban berupa tiga sampai empat orang dewasa.

Baca juga: Parade Foto Pengibaran Bendera Merah Putih di Dasar Laut Pandanan Lombok Utara

Penonton juga sebaiknya menghindar dari bawah Jurakan karena dia khawatir peserta yang naik bisa jatuh sewaktu-waktu karena panjat pinang yang licin.

"Permainan ini cukup menguras tenaga dan mengorbankan pakaian peserta. Pohon yang dilumuri oli ini harus dibersihkan dengan baju mereka," tutup Caroline.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved