NTB

Kasus PMK di NTB Tembus Angka 26.351, Disinfektan Terus Dimaksimalkan

TRIBUNLOMBOK.COM/LALU GITAN
Seekor sapi milik para pedagang di pasar hewan Desa Batunyala, Praya Tengah, Lombok Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Penyakit mulut dan kuku atau disingkat PMK telah menyebar di 22 provinsi di Indonesia.

Sejak awal merebaknya virus PMK, Nusa Tenggara Barat termasuk salah satu provinsi dengan tingkat penyebaran yang tinggi.

Hingga Rabu (20/7/2022) pukul 12.00 WIB, kasus aktif PMK di Provinsi NTB menembus angka 26.351 ekor hewan ternak tertular.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas Penanganan PMK Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung pelaksanaan penanganan PMK di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (20/7).

Baca juga: Kelompok Ternak di Selagalas Mataram Diberi Edukasi Cara Cegah PMK

"Kedatangan ke sini untuk memastikan secara langsung langkah-langkah penanganan PMK yang dilakukan berjalan sebagaimana mestinya, karena Lombok NTB sentra utama penghasil produksi daging dan hewan ternak," Kata Suharyanto.

Kunjungan diawali dengan meninjau salah satu kandang ternak di Dusun Bun Mudrak, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Terdapat 120 ekor hewan ternak sapi di kandang tersebut yang dimiliki oleh Kelompok Ternak Sumber Rezeki.

Pada peninjauan itu, Ketua Satgas Penanganan PMK berkesempatan untuk menyuntikkan vaksin kepada salah satu hewan ternak yang berada di kandang tersebut.

Baca juga: Polisi Keliling ke Kandang Ternak di Kota Mataram untuk Edukasi Pencegahan Wabah PMK

"Harapannya vaksin yang disuntikkan kepada hewan yang sehat akan menghasilkan kekebalan dan imunitas sehingga hewan ternak bisa terhindar dari virus," jelas Suharyanto.

Selain itu, Suharyanto juga memastikan pelaksanaan biosecurity dengan cara penyemprotan disinfektan berjalan dengan baik.

Seperti di kandang Kelompok Ternak Sumber Reseki, setiap orang dan hewan yang akan keluar masuk ke kandang harus dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Penyemprotan disinfektan ini penting mengingat virus PMK bisa dibawa oleh manusia maupun barang dan menularkan kepada hewan ternak lain," jelas Ketua Satgas PMK yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB.