Provinsi NTB Masuk 5 Besar Daerah Kasus PMK Tertinggi di Indonesia: 35.058 Ekor Sapi Sakit, 50 Mati
kasus PMK di NTB mencapai 35.058 ekor sapi sakit, 50 sapi mati, 285 sapi potong bersyarat, dan 19.659 sapi sembuh
TRIBUNLOMBOK.COM - Provinsi NTB masuk dalam 5 besar wilayah dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK)tertinggi di Indonesia.
Menurut data yang dirilis siagapmk.id per Rabu (22/6/2022), kasus PMK di NTB mencapai 35.058 ekor sapi sakit, 50 sapi mati, 285 sapi potong bersyarat, dan 19.659 sapi sembuh serta masih ada sisa 15.064 kasus PMK sapi belum sembuh.
Daerah tertinggi kasus PMK di Indonesia antara lain, Jawa Timur, NTB, Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Baca juga: Belasan Sapi di Dusun Ketangar Lombok Tengah Mati: Awalnya Flu, Kaki Bernanah, hingga Badan Lemas
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan jika pemerintah telah melakukan respons cepat.
Baik dari kesehatan hewan dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak, maupun kesejahteraan masyarakat dengan menjaga distribusi hewan ternak terkendali dengan baik.
Lalu sesuai Intruksi Presiden Nomor 4 tahun 2019, BNPB dan Satgas covid-19 juga berkomitmen membantu penanganan wabah PMK dalam hewan ternak, dengan melakukan penanganan darurat.
"Serta logistik dan peralatan, melakukan kolaborasi lintas sektor memaksimalkan sumber daya. Dan juga melakukan upaya sosialisasi pada masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut," pungkasnya pada konferensi pers virtual, Selasa (21/6/2022).
(Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Satgas Covid-19: Wabah PMK Ditemukan di 208 Kabupaten dan Kota yang Tersebar di 19 Provinsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sapi-di-kandang-Kelompok-Peternak-Sapi-Cempaka-Putih.jpg)