NTB

Wali Kota Mataram Minta Tenaga Honorer Tak Resah dan Fokus Bekerja

TRIBUNLOMBOK.COM/LAILATUNNI'AM
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Rencana penghapusan tenaga honorer tahun 2023 menimbulkan keresahan bagi tenaga honorer di seluruh daerah, termasuk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terkait hal ini Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana tidak ingin terburu-buru menyikapi persoalan tersebut. 

Tapi intinya, pemerintah daerah akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

"Nanti kita lihat dulu tindak lanjut dari kebijakan Kemenpan, apa sikap yang kita ambil jangan sampai terburu-buru," terangnya, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Mulai Dihapus Tahun Depan, Tenaga Honorer di NTB Pertanyakan Nasib

Baca juga: Bapera Pujut Beri Bantuan Sembako kepada Guru Honorer di Lombok Tengah Korban Kebakaran

Menurutnya mengambil sikap terhadap kebijakan penghapusan untuk tenaga honorer ini tidak bisa dilakukan terburu-buru.

Karena akan membuat keresahan bagi tenaga honorer yang mengabdi di Kota Mataram.

"Harus ada jalan keluarnya, keinginan kita supaya tenaga honorer tetap ada pekerjaan," tambahnya.

Akan tetapi untuk sementara waktu, wali kota belum menyampaikan solusi konkret dari rencana penghapusan tenaga honorer untuk Kota Mataram.

Selain itu, tenaga honorer diimbau wali kota untuk terus bekerja dengan semangat tanpa perlu resah memikirkan ada pemecatan karena.

Ia menjamin Pemkot Mataram akan mencarikan jalan keluarnya.

Terkahir, Mohan berharap kebijakan Kemenpan RB ini ada kebijakan lanjutan terhadap penghapusan tenaga honorer.

"Kalau pun tidak ada langkah untuk menyikapi hal itu, maka kita di daerah akan mengambil sikap atau jalan keluar untuk tenaga honorer kita," tutupnya.

(*)