Berita Sumbawa Barat

DPRD KSB Pertegas Status Bendungan Bintang Bano yang Bukan Aset Daerah

DPRD KSB mengajak pemerintah untuk menghindari orientasi yang lebih jauh terkait peningkatan PAD yang memanfaatkan Bendungan Bintang Bano

Tribunlombok.com/Galan Rezki Waskita
Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Bendungan Bintang Bano kini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Tidak jarang, setiap hari libur bendungan tersebut dikunjungi masyarakat.

Sekjen Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KSB Edy Candra menyebut pengunjung Bendungan Bintang Bano bisa mencapai 200 sepeda motor sehari.

Baca juga: Soal MXGP Samota 2022, DPRD KSB Harapkan Keuntungan dari Sektor Transportasi

Pokdarwis mengelola penarikan karcis.

Sementara itu, mereka yang datang mayoritas adalah para pemancing.

Karenanya Pokdarwis berkeinginan agar daerah itu memiliki regulasi khusus.

Namun demikian, Ketua DPRD KSB Kaharudin Umar justru menolak lokasi itu dijadikan destinasi wisata.

Pasalnya Bendungan Bintang Bano sendiri bukan aset KSB.

Jika dijadikan destinasi wisiata maka masyarakat akan punya harapan lebih pada bendungan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved