NTB
KLB Rabies Masih Membayangi Jelang MXGP Samota
Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Patayatul Wahidah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kasus Luar Biasa (KLB) rabies yang kian meningkat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membayangi penyelenggaraan motocross grand prix (MXGP) Samota pada Juni mendatang.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesling Dinas Kesehatan Provinsi NTB Badarudin mengatakan, kasus KLB rabies meningkat secara signifikan dalam periode beberapa waktu terakhir.
“Memang ada kenaikan kasus yang signifikan data terakhir 10 Mei 2022 itu ada 118 kasus,” kata Badar saat ditemui di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (18/5/2022).
Baca juga: KLB Rabies di KSB mencapai 109 Kasus, Bupati Musyafirin Gencarkan Penanganan
Meski demikian, Badar menjamin peningkatan KLB rabies ini tidak akan mengganggu penyelenggaraan event MXGP Samota.
Sebab, KLB Rabies terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat yang jaraknya lebih dari 130 kilometer dari lokasi MXGP Samota di Kabupaten Sumbawa.
“Kita sangat optimis tidak akan mengganggu rencana besar dari pemerintah untuk menyelenggarakan MXGP,” ujarnya.
Untuk menangani sekaligus menangani KLB rabies maka Dinas Kesehatan Provinsi NTB, kata Badar, berupaya untuk meningkatkan SDM dengan memberikan pelatihan terkait tata kelola rabies.
Dinkes NTB bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Peternakan dan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) untuk melakukan pelatihan dengan tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Sumbawa April 2022 lalu.
“Manakala ada yang terpapar gigitan itu maka insha Allah seluruh puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat itu bisa update,” jelasnya.
KLB rabies ini pun telah dan sedang diteliti oleh Kementerian Kesehatan.
Badar mengatakan Dinkes NTB tetap melakukan pemantauan terkait KLB rabies ini.
Baca juga: Daftar 170 Kepala Daerah yang Habis Masa Jabatan 2023, Ada Zulkieflimansyah dan Ganjar Pranowo
Jika menerima pelaporan terkait kasus rabies maka Dinkes NTB akan segera melakukan penanganan terhadap hewan yang menggigit dan juga korban yang terkena gigitan.
“Mudah-mudahan kasus yang sedang berlangsung itu mendapatkan penanganan yang komprehensif,” tutupnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/posko-rabies.jpg)