NTB
Peziarah Makam Nyato Berasal dari Mesir Hingga Arab Saudi, Bukit Karomah Kewalian Wali Nyato
Penulis: Sinto | Editor: Lalu Helmi
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Wali Nyato merupakan ulama yang menyebarkan dakwah Islam di Lombok Selatan.
Makam Wali Nyati berada di bukit Nyato, Desa Rembitan, Lombok Tengah berdasarkan petilasan atau tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang.
Selama menyebarkan dakwah Islam di Pulau Lombok, Wali Nyato membuat dan mendirikan berbagai bangunan yang kini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Desa Rembitan.
Baca juga: Makam Nyato di Lombok Tengah, Makam Wali yang Hanya Boleh Diziarahi Hari Rabu
Baca juga: Berkah Lebaran, Omzet Penyedia Kapal Penyebrangan ke Pulau Maringkik Tembus 1 Juta Per Hari
Berbagai bangunan tersebut telah menjadi peninggalan yang selalu dirawat dan dijaga kesucian serta kemurniannya.
Meskipun Wali Nyato lebih banyak dikenal menyebarkan dakwah Islam di Pulau Lombok namun peziarah yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Lalu Gingsir Mangku makam yang sudah mengelola makam selama 22 tahun.
Mangku sendiri merupakan pembimbing atau penunjuk bagi para peziarah saat berkunjung di Makam Nyato.
Selain sebagai mangku ia juga merupakan pengelola makam dan perawat fasilitas-fasilitas yang ada di Makam Nyato'.
Lalu Gingsir masyarakat asli suku Sasak Rembitan ini menyampaikan jika makam Nyato' sejatinya bukan menyebarkan dakwah di Lombok Selatan saja.
Namun ia pula menyebarkan dakwah di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Peziarah berasal dari pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa daerah besar lainnya.
"Waliyullah ini memiliki karomah. Bisa berpindah-pindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya dalam sekejap. Dikenal dengan istilah "serap", jelas Lalu Gingsir kepada Tribunlombok.com
Ditambahkan Gingsir, dengan adanya karomah ini maka memungkinkan Wali Nyato untuk menyebarkan Islam lebih luas lagi di berbagai daerah.
Wali Nyato memiliki 44 nama sehingga kemungkinan Wali Nyato menyebarkan dakwah di daerah lain dengan nama-nama yang berbeda.
Selain itu, ada beberapa sahabat beliau juga yang dimakamkan di sana, sehingga makam Wali Nyato’ terbagi menjadi dua area yaitu, area utama (makam Wali Nyato’) dan area luar makam utama (makam para sahabat dan santri).
Hingga saat ini, Lalu Gingsir menceritakan jika peziarah makam Nyato' bukan hanya dari masyarakat Indonesia saja.
Peziarah dari negara timur tengah mulai dari Mesir, Arab Saudi dan negara-negara lainnya juga datang berkunjung ke Makam Nyato'.
"Kecanggihan teknologi saat ini membuat makam Nyato' ini bisa dikenal oleh masyarakat luas," terang Lalu Gingsir.
Sementara itu, dilansir dari kompasiana.com, konon katanya Wali Nyato tumbuh dan dewasa dikalangan masyarakat setempat di Lombok Selatan.
Ia mulai mendakwahkan Islam yang dimana saat itu menganut paham animisme dan dinamisme.
Dalam pergaulan sehari-hari, anak ini dikenal sebagai anak yang menunjukkan jika anak ini bukanlah orang yang sembarangan.
Hal ini karena rutinitas dari si anak yang di luar jangkauan akal manusia yaitu setiap hari jumat si anak menitipkan kerbaunya kepada temannya sesama pengembala.
Tujuannya agar ia bisa pergi melaksanakan Sholat Jumat.
Konon katanya si anak ini melakukan Sholat Jumat di Makkah.
Pada saat ia wafat, ia berpesan agar dimakamkan di puncak sebuah bukit di desa Rembitan yang kemudian makam tersebut dinamakan Makam Wali Nyato.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Suasana-peziarah-di-Makam-Nyato.jpg)