Lebaran 2022

Mengenal Kue Aling-aling Khas Lombok, Lengkap dengan Daftar Bahan dan Cara Membuatnya

Kue kaliadem atau dalam bahasa Sasak dikenal dengan aling-aling atau jaje delapan

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Kolase foto warga Desa Rembitan Inaq Gomong saat membentuk adonan menjadi kue aling-aling di rumahnya. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Masyarakat Sasak Lombok membuat jenis kue lebaran khas yang dibuat 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Biasanya dibuat tiga hingga lima jenis kue yang berbeda.

Seperti yang dilakukan Inaq Gomong, warga Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Baca juga: Ketupat dan Opor di Punia Mataram Siap Sambut Lebaran 2022

Ia membuat berbagai jenis kue lebaran khas Lombok untuk dijadikan hidangan ketika ada kunjungan silaturahim keluarga.

Salah satu yang digemari adalah kue kaliadem atau dalam bahasa Sasak dikenal dengan aling-aling atau jaje delapan.

Dinamakan demikian karena kue lebaran ini berbentuk angka delapan sehingga memiliki keunikan dalam segi bentuknya.

Rasanya juga sangat gurih dan memiliki aroma harum gula merah.

Kue aling-aling ini disajikan juga dengan kue lebaran lainnya seperti keciprut, peyek, tarek, pita, dan berbagai jenis kue lebaran lainnya.

Bahan untuk membuat kue ini juga terbilang sangat sederhana.

Mulai dari tepung beras, gula merah, dan biji wijen.

Cara membuatnya, adonan tepung beras dicampur dengan gula merah menggunakan air panas.

Selanjutnya kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk-aduk hingga berwarna merah.

Adonan tersebut bisa diaduk hingga dua sampai tiga kali.

Setelah diaduk kemudian diambil sedikit demi sedikit dan diambil 1 potong dan dibentuk angka 8.

Adonan kue siap digoreng hingga berwarna merah kecoklatan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved