Konflik Rusia vs Ukraina
Otoritas Ukraina Selidiki 5.600 Dugaan Kejahatan Perang oleh Rusia
Sambutan PM Johnson disiarkan televisi secara nasional. Dia bicara sambil berdiri di samping Presiden Ukraina.
TRIBUNLOMBOK.COM- Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan, Ukraina sedang menyelidiki 5.600 dugaan kejahatan oleh 500 petinggi Rusia termasuk Presiden Vladimir Putin.
Berbicara di Sky News, Minggu 10 April 2022, Venediktova pun berterima kasih kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson atas kunjungan mendadaknya ke Kyiv pada Sabtu (9/4/2022).
Baca juga: Sidang Darurat Khusus PBB, Indonesia Sentil Konflik Rusia vs Ukraina: Kita Harus Hentikan Perang
Baca juga: Cerita Muslim Ukraina Jalani Ibadah Puasa di Tengah Perang: Pasutri Hemat Air agar Anak Bisa Makan
PM Johnson menjanjikan lebih banyak bantuan militer Inggris dalam pembicaraan tatap muka dengan Presiden Volodymyr Zelensky sebelum mereka berjalan-jalan dengan penjagaan ketat melalui pusat Kyiv.
"Saya pikir orang-orang Ukraina menunjukkan keberanian seekor singa, dan Anda, Volodymyr, yang mengaumkan singa itu," kata Boris Johnson.
Sambutan PM Johnson disiarkan televisi secara nasional. Dia bicara sambil berdiri di samping Presiden Ukraina.
Venediktova mengatakan, PM Johnson menawarkan dukungan yang sangat besar bagi Ukraina, saat dia merinci dugaan kekejaman oleh Rusia termasuk di stasiun kereta api yang dipenuhi warga sipil untuk evakuasi.
"Tentu saja apa yang kita lihat di lapangan di semua wilayah Ukraina, itu adalah kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan," tambah Venediktova yang berbicara dalam bahasa Inggris, dikutip dari AFP.
Dia mengatakan, ada bukti lengkap yang menghubungkan pasukan Rusia dengan serangan rudal di stasiun Kramatorsk, Ukraina timur, yang disebut menewaskan 52 orang.
"Itulah mengapa ini akan menjadi salah satu kasus dalam profil besar kami," kata Venediktova.
"Anda tahu bahwa sekarang kami memulai 5.600 kasus di Ukraina tentang kejahatan perang di atas, yang melibatkan 500 tersangka dari pemerintah dan militer Rusia," tambahnya.
"Vladimir Putin adalah penjahat perang utama abad ke-21," katanya seraya menambahkan sebagai presiden, ia dapat menikmati kekebalan dari penuntutan di bawah hukum internasional tetapi itu tidak akan bertahan selamanya.
Seminggu lalu, Presiden Zelensky mengatakan dia menciptakan mekanisme khusus untuk menyelidiki kejahatan perang Rusia di Ukraina, lalu bersumpah untuk menemukan dan menghukum semua orang yang bertanggung jawab.
Mekanisme itu akan melibatkan ahli nasional dan internasional, penyidik, jaksa, dan hakim, katanya.
Inggris menyumbang keahlian teknis saat Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag melakukan penyelidikannya sendiri atas invasi Ukraina.
Di Kyiv, Johnson berujar bahwa penemuan mayat-mayat sipil di kota-kota Ukraina seperti Bucha dan Irpin secara permanen mencemari reputasi Putin dan merupakan kejahatan perang.
Berita lain terkait konflik Rusia vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Ukraina Selidiki 5.600 Dugaan Kejahatan Perang oleh Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/volodymyr-zelenskyy.jpg)