NTB
Dinas Perdagangan Ancam Angkut Lapak Pedagang yang Bandel di Pasar Kebon Roek Mataram
Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Dinas Perdagangan Kota Mataram menanggapi proses penertiban Pasar Kebon Roek yang tidak kunjung tuntas.
Hingga saat ini pasar tradisional tersebut masih sangat krodit, terutama pada pagi hari.
Penyebabnya, pedagang berjualan di area parkir. Sehingga warga memarkir kendaraan di badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Uun Pujianto mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan secara terus menerus hingga kondisi Pasar Kebon Roek tertata rapi.
“Setiap hari kita turun nanti kan lama-lama ndak nyaman juga pedagang,” kata Uun pada Tribunlombok.com, dalam kegiatan Operasi Pasar Murah di Islamic Center, Senin, 14 Maret 2022.
Baca juga: Pedagang Pasar Kebon Roek Mengeluh Sepi Pasca Penertiban, Ini Tanggapan Disdag Mataram
Baca juga: Imbas Penertiban Pasar Kebon Roek, Pedagang Mengeluh Sepi
Saat ini, yang menjadi fokus utama Dinas Perdagangan Kota Mataram yaitu mengawasi pedagang agar tidak berjualan hingga bahu jalan.
Sehingga tidak lagi terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Adi Sucipto terutama pada jam-jam sibuk.
Penertiban pedagang Pasar Kebon Roek agar berjualan ke dalam gedung membutuhkan waktu lama.
Setelah ditertibkan, pedagang kembali berjualan hingga bahu jalan saat petugas tidak ada.
Mereka yang berjualan di bahu jalan dan sulit diatur merupakan pedagang liar.
Mereka ini adalah pedagang tanpa sertifikat dan tidak membayar retribusi.
Sementara pedagang yang memiliki sertifikat dan rajin membayar retribusi mudah untuk diajak bekerja sama.
“Yang sebenarnya pedagang kita tidak bisa atur ini ya pedagang tidak tetap itu tapi kalau pedagang yang punya tong-tong (stand), mereka tertib,” ujarnya.
Jika para pedagang liar ini masih bandel, secepatnya Disdag Mataram akan melakukan tindakan tegas.
Dengan menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengangkut dagangan mereka.
“Sudah saya ingetin nanti sama Satpol PP, saya mau angkut barangnya. Itu dah jalan satu-satunya,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pasar-kebon-roek-kecamatan-ampenan-kota-mataram-nusa-tenggara-barat.jpg)