NTB
Ini Perbedaan Cara Menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Italia
Penulis: Laelatunniam | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Karops Polda NTB Kombes Pol Imam Thorboni menceritkan perbedaan bagaimana menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan di Italia.
Setelah melakukan studi banding ke Italia beberapa waktu lalu, dia memahami bagaimana perbedaan penyelenggaraan kedua negara.
Imam menceritakan, di Italia penyelenggaran MotoGP diselenggarakan dengan sederhana.
Tidak semua pintu area sirkuit dijaga kepolisian.
Beberapa hanya dijaga sekuriti dari pihak penyelenggara.
Artinya, pasukan pengamanan tidak terlalu banyak seperti yang akan diterapkan di MotoGP Mandalika.
Tim keamanan melibatkan 3.427 personel pengamanan yang tersebar di dalam dan luar sirkuit.
Baca juga: 27 Kapal di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur Siap Layani Penonton MotoGP Mandalika 2022
Baca juga: Minyak Kelapa Harum Manis, Produk UMKM Desa Bangket Parak Tembus Stan Event MotoGP Mandalika
Di Italia tidak ada sistem shuttle bus atau koridor pintu masuk penonton yang akan datang ke sirkuit.
"Semua penonton sudah memahami meraka harus kemana dan tidak ada shuttle bus," tutur Imam.
"Semua penonton jalan kaki menuju sirkuit atau masuk gate tidak menggunakan kendaran," ujarnya.
Penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika harus melalui rute perjalanan yang sudah dipetakan.
Mulai dari titik keberangkatan, transit penukaran tiket, dan perpindahan bus menuju masing-masing gate.
"MotoGP di Italia semua sudah sistem barcode, kita tinggal mengisi aplikasi sehari sebelumnya dan pada hari pelaksanaan tinggal scan barcode di beberapa titik masuk," tutut Kombes Pol Imam.
Kemudian di Italia juga tidak banyak VIV dan tidak banyak pengawalan.
Berbeda dengan di Mandalika akan ada penonton VVIV seperti presiden, ketua DPR, dan MPR.
Serta sekelas menteri akan mendapat pengawalan rute sampai Sirkuit Mandalika.
"Saya rasa perbedaan ini karena kultur saja, kalau di Italia kan sudah sering melaksanakan event MotoGP, sementara kita baru pertama kali sehingga perlu beberapa penyesuaian," Kombes Pol Imam menutup ceritanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/luca-marini-gp.jpg)