NTB

Gubernur NTB Buka Munas ke-VIII PAPPRI, Beri Pesan Tantangan Masa Depan

TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATULWAHIDAH
Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ke-VIII, Selasa (8/3/2022) 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Nusa Tenggara Barat dipilih sebagai lokasi Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ke-VIII.

Acara yang berlangsung 7-9 Maret 2022 di Hotel Lombok Raya itu dibuka langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul tersebut mengingatkan jika tantangan bagi para artis, penyanyi, dan pencipta lagu di masa datang akan semakin berat.

Oleh karena itu ia mengharapkan agar PAPPRI bukan hanya menjadi wadah untuk bernostalgia saja.

Baca juga: Rute ke Sirkuit Mandalika dari Kota Mataram, Ada Bus Gratis untuk Penonton, Jarak Tempuh Hanya 1 Jam

“Tantangan pemusik dan pencipta lagu di masa yang akan datang luar biasa. Ketika tahun 90-an Negraponte menulis buku yang namanya being digital, orang masih ngeraba-raba seperti apa tapi sekarang orang tidak pelu menciptakan lagu, tidak perlu nyanyi, dengan teknologi mereka bisa melakukan apa-apa dan mengambil keuntungan dan finansial yang tinggi,” kata Zulkieflimansyah.

Bang Zul juga menyambut kehadiran DPD PAPPRI seluruh Indonesia sekaligus mengajak mereka untuk menghabiskan waktu ke tempat-tempat wisata di NTB.

Tak lupa ia juga mempresentasikan NTB sebagai tuan rumah MotoGP 2022 melalui video singkat yang disambut tepuk tangan meriah oleh penonton.

Dirinya menyebut video singkat tersebut selalu berhasil menarik perhatian dan menghidupkan decak kagum.

Baca juga: Rute Pelabuhan Bangsal ke Sirkuit MotoGP Mandalika, Informasi Transportasi hingga Akomodasi

“Bukan karena videonya yang bagus tetapi karena musiknya, coba bayangkan kalau tidak ada musiknya” terangnya.

Gubernur NTB menjadikan video singkat event MotoGP Mandalika tersebut sebagai contoh betapa pentingnya musik dalam sebuah karya.

(*)