Jelang Derby Manchester, Ulah Tengil The Citizens dan Kedengkian Sir Alex
Rivalitas Manchester City dan Manchester United menjadi pertandingan yang dinanti para fans Liga Inggris. Rivalitas keduanya memanas jelang derby.
TRIBUNLOMBOK.COM - Derby Manchester yang mempertemukan dua tim sekota, Manchester City dan Manchester United merupakan pertandingan yang dinanti penggemar Liga Inggris.
Rivalitas kedua tim ini semakin memanas setelah Manchester City tampil menguasai liga Inggris dalam satu dekade terakhir.
Sementara kedikdayaan Manchester United seperti tenggelam.
Rivalitas antara Manchester United dan Manchester City bisa dibilang sebagai seteru paling sengit di kancah sepak bola Eropa.
Pertandingan-pertandingan yang melibatkan kedua tim dari kota Manchester tersebut selalu menyajikan permainan dengan intensitas tinggi dan keras.
Besok malam, kita akan disuguhkan duel sengit antara keduanya di Liga Inggris dalam laga bertajuk Derbi Manchester.
Baca juga: Jadwal Bola Malam Ini, Saksikan Laga Krusial Manchester City Vs Everton
Baca juga: Guardiola Tegaskan Perburuan Gelar Liga Inggris Belum Usai Meski Man City Pimpin Klasemen
Dua tim sekota, Manchester United dan Manchester City saat ini hanya terpaut 19 poin di papan klasemen Liga Inggris. Begitu jauh.
The Citizens berada di puncak klasemen dengan koleksi 66 poin, sedangkan Setan Merah bertengger di posisi keempat dengan raihan 47 angka.
Itu perbandingan di papan klasemen musim ini. Urusan raihan trofi, Manchester United jelas unggul.
Setan Merah telah meraih 20 trofi Liga Inggris, 12 FA Cup, dan 3 kali mengangkan trofi Si Kuping Besar, Liga Champions.
Sementara itu, sang tetangga, Manchester City baru mengumpulkan 6 raihan Liga Inggris, 6 FA Cup, dan nihil trofi Liga Champions.
Namun, keperkasaan United dalam menguasai kota Manchester United telah diusik The Citizens sejak satu dekade terakhir.
Manchester City merupakan tim yang didirikan pada tahun 1884, sejak berdirinya tim dengan jersey kebanggan warna biru itu, City merupakan tim biasa-biasa saja.
Mereka sempat berjaya di tahun 1968 hingga 1970 dengan meraih gelar Piala FA, Piala Liga, dan kejuaraan Eropa.
Setelah itu, tim berujuk The Citizens tersebut tak ada prestasi lain yang berhasil diraih, mereka hanya menjadi tim papan tengah Liga Inggris yang namanya kalah mentereng dengan tim sekotanya, Manchester United.
Namun, asa Manchester City untuk menjadi tim besar pun terbuka lebar saat The Citizens dibeli oleh perusahaan asal Arab, Abu Dhabi United Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/playmaker-andalan-manchester-city-kevin-de-bruyne.jpg)