NTB

Ada Diskon Tiket MotoGP 10 Persen Khusus Bagi Warga NTB, Mau Beli?

TRIBUNLOMBOK.COM/REZA EKA ADI NUGRAHA
Para pembalap dunia menjajal Sirkuit Mandalika, dalam tes pramusim MotoGP, 11-13 Februari 2022. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Selain memastikan penyelenggaraan ajang MotoGP berjalan aman, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kini juga melakukan mobilisasi penonton.

Rencananya, Pemprov NTB akan melakukan mobilisasi 35 ribu warga NTB yang ingin menonton balap MotoGP 2022.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menonton langsung gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Khusus bagi warga NTB, nantinya akan diberikan harga spesial.

Warga NTB yang membeli tiket MotoGP akan mendapatkan dengan potongan sebesar 10 persen.

Hal itu diungkapkan Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi, dalam konferensi pers penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022, secara hybrid, Selasa 1 Maret 2022.

"Dengan asumsi jumlah penduduk Pulau Lombok adalah 3,5 juta orang, maka 1 persennya sekitar 35 ribu orang bisa menyaksikan MotoGP," kata Gita Ariadi.

Baca juga: 375 Produk UMKM Lombok Tengah Bakal Ramaikan MotoGP Mandalika 2022, Kuliner Hingga Kriya

Baca juga: MotoGP Mandalika Lecut Semangat Pembalap Indonesia Galang Hendra Pratama untuk Segera Naik Kelas

Sebanyak 35 ribu tiket ini akan coba dipetakan dan distribusikan melalui 10 klaster penjualan/pembelian tiket di NTB.

"Dengan dukungan dari koordinator tiap klaster ini mudah-mudahan target 35 ribu tiket ini dapat kami lakukan dengan baik," ujar Lalu Gita.

Dalam keterangan pers it, Lalu Gita Ariadi mengungkapkan, pihaknya juga terus mempersiapkan berbagai hal dalam menyambut pelaksanaan MotoGP 2022.

Dari sisi kesehatan, Pemprov NTB akan terus mengakselerasi tingkat vaksinasi dimana saat ini cakupan dosis 1 sudah mencapai 93 persen dan dosis 2 sebesar 70,73 persen.

Dengan pembentukan tim vaksinasi ekstra yang akan mulai bertugas dari 1 hingga 11 Maret 2022, ditargetkan jumlah vaksinasi akan terus meningkat.

Pembalap Paramac Racing Johann Zarco mencoba lintasan Sirkuit Mandalika dalam tes pramusim MotoGP, 11-13 Februari 2022.
Pembalap Paramac Racing Johann Zarco mencoba lintasan Sirkuit Mandalika dalam tes pramusim MotoGP, 11-13 Februari 2022. (TRIBUNLOMBOK.COM/REZA EKA ADI NUGRAHA)

Atas nama masyarakat NTB, ia menyampaikan rasa syukur atas pembangunan berbagai fasilitas dan infrastruktur dari pemerintah.

"Bahkan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat ini jauh lebih tinggi dari kesiapan kami untuk memanfaatkannya," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terkait memaksimalkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Diharapkan acara tersebut berlangsung lancar dan memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat.

Sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja. 

"Saat ini persiapan di semua sektor (kementerian/lembaga serta pemerintah daerah) sudah pada tahap posisi final. Sudah diputuskan untuk penonton menjadi 60 ribu dalam tiga hari," kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf RI Rizki Handayani, dalam keterangan pers itu.

"Meski Covid-19 dengan varian Omicron ini sudah menunjukkan tren penurunan, tapi kita tetap perlu waspada," lanjutnya.

Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia melewati salah satu tikungan Sirkuit Mandalika saat mengikuti tes pramusim Minggu (13/2/2022) lalu.
Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia melewati salah satu tikungan Sirkuit Mandalika saat mengikuti tes pramusim Minggu (13/2/2022) lalu. (TRIBUNLOMBOK.COM/REZA EKA ADI NUGRAHA)

Kemenparekraf menjalankan berbagai program promosi termasuk menyusun paket-paket perjalanan bersama ASITA dan pelaku industri lokal di NTB.

Sehingga wisatawan yang datang nantinya tidak hanya sekadar menyaksikan ajang balap motor kelas dunia, tapi sekaligus berkegiatan wisata ke berbagai destinasi Pulau Lombok.

"Kita harapkan NTB khususnya Lombok menjadi destinasi internasional tidak hanya karena ada event, tapi juga karena fasilitas pendukungnya yang terus disiapkan pemerintah," katana.

Hal ini menjadi modal dasar, dimana kolaborasi antar kementerian dengan industri pariwisata telah menunjukkan satu model kolaborasi dalam pengembangan pariwisata.

(*)