NTB
Jalan Rusak di Jantung Kota Bima, Warga Tanami Pohon Pisang
Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menanam pohon pisang di jalan lingkar Doro To'i, sejak Senin, 21 Februari 2022.
Warga melakukan aksi tersebut karena bertahun-tahun jalan rusak tanpa ada perhatian pemerintah.
"Jalan ini berada di tengah jantung Kota Bima, hanya beberapa langkah dari kantor wali kota tapi rusak bertahun-tahun, tidak pernah diperbaiki," ujar Herman, selaku ketua Rt 08.
Herman mengatakan, ruas jalan yang rusak parah sepanjang 1 kilometer.
Akibatnya, kerap terjadi kecelakaan ketika warga melalui jalan tersebut.
Apalagi, banyak kerikil tajam sehingga menyebabkan luka parah.
Kondisi drainase di jalan tersebut juga sudah tertimbun lumpur yang tergerus dari gunung oleh air hujan.
Baca juga: Gempa Terkini di Laut Ruteng, Getaran Terasa Hingga Daratan Bima, Warga Diayun Cukup Lama
Baca juga: Covid-19 di Kota Bima Terus Bertambah, 59 Orang Meninggal Dunia, Isoter Tak Kunjung Disiapkan
Akibatnya, pemukiman warga yang terletak tepat di bawah jalan raya mendapatkan dampaknya.
Herman mengaku, setiap tahun pihaknya mengusulkan ke pemerintah untuk perbaikan jalan.
Baik dalam Musrenbang, hingga reses yang digelar oleh para anggota dewan.
"Tapi tidak pernah ada realisasi. Kami seolah-olah dianaktirikan oleh pemerintah, makanya kami tanam pisang saja," tegasnya.
Hingga Selasa, 22 Februari 2022 pagi, warga masih menanam pohon pisang di sepanjang jalan tersebut.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bima Ririn Kurniawati yang dikonfirmasi mengungkapkan, jika jalan lingkar Doro To'i akan dikerjakan tahun ini.
"Pasti masuk tahun ini, kita juga sudah turun survei keliling jalan lingkar," katanya.
Selain diaspal, jalan juga akan dibuatkan drainase kecil di wilayah perkampungan warga.
Terkait anggaran, Ririn menjelaskan, dana pengerjaan jalan lingkar tersebut masuk dalam pemeliharaan berkala jalan kota sebesar Rp 1,75 miliar.
"Dari Dana Alokasi Umum (DAU). Jadi anggaran itu tidak saja pekerjaan di jalan lingkar itu, tapi pekerjaan di sejumlah wilayah lain," terangnya.
Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk pekerjaan aspal jalan tahun 2022 lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Dirinya pun berharap, warga Penatoi bisa bersabar, karena dalam waktu dekat jalan lingkar tersebut akan segera dimulai.
"Paling cepat dikerjakan Mei 2022," pungkas Ririn.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pohon-pisang-bima.jpg)