NTB

Nakes Terpapar Covid-19 di Bima Terus Bertambah, Satu Pasien Anak Meninggal Dunia

TribunLombok.com/Atina
Suasana pelayanan di RSUD Bima setelah puluhan Nakesnya terpapar covid-19. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes), yang terpapar covid-19 di RSUD Bima, semakin bertambah.

Pada Jumat (11/2/2022), jumlah nakes yang dinyatakan positif covid menjadi 40 orang.

Angka ini bertambah 16 orang, dari jumlah nakes yang kemarin diumumkan sebanyak 24 orang.

Tidak hanya itu, ternyata sudah ada satu pasien anak yang meninggal dunia, Rabu (9/2/2022).

Baca juga: Puluhan Tenaga Kesehatan RSUD Bima Terpapar Covid-19, Layanan Operasi Bedah Dialihkan 

Pasien anak tersebut berusia 7 bulan, dari Kota Bima.

Ia terkonfirmasi positif covid-19 dan memiliki komplikasi beberapa penyakit lain.

Informasi ini, disampaikan Kabid Pelayanan RSUD Bima, dr Adiwinarko saat ditemui TribunLombok.com, pada Jumat (11/2/2022).

"Satu pasien anak ini, sebenarnya meninggal dua hari (Rabu) lalu. Satu lagi sekarang ini, dalam kondisi kritis," ungkap Adi.

Baca juga: 7 Pasien Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19, RSUD Bima Tidak Terima Pasien Baru

Sedangkan dari Nakes, ada dua yang dirawat dan mengalami gejala ringan.

Menurut Adi, kedua Nakes tersebut dirawat di RSUD karena ruang isolasi mandiri tidak layak.

"Jadi kita putuskan untuk diisolasi di rumah sakit meski dengan gejala ringan," tambahnya.

Bagi puluhan Nakes lain yang menjalani isolasi mandiri lanjut Adi, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan.

Seperti sakit tenggorokan, batuk dan flu.

Ketika ditanya apakah ada yang menderita Omicron, Adi mengaku belum memastikan.

Spesimen sampel penderita covid, harus dikirim ke Balitbang Jakarta untuk diperiksa.

Baru kemudian, bisa diketahui ada yang menderita Omicron atau tidak.

"Dokter ahli sendiri mengatakan, Omicron itu menyerang sistem pernapasan bagian atas. Jadi ya sampai tenggorokan. Tapi itu hanya bagi yang vaksin. Yang belum vaksin akan lebih parah," tegasnya.

Baca juga: Covid-19 Melonjak di NTB, Kota Bima Belum Miliki Isoter 

Adi mengimbau warga Bima, untuk tidak datang ke rumah sakit jika tidak terlalu mendesak.

Apabila sakit yang diderita masih bisa ditangani puskesmas, maka sebaiknya hanya sampai itu saja.

"Apalagi untuk sekedar membesuk, kami sarankan jangan dulu. Untuk dampingi pasien, cukup satu orang saja," pungkas Adi. 

(*)