NTB
Pasca-viral, Omzet Cilok Pejabat Kian Melejit hingga Rencana Buka Cabang
Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Setelah beberapa bulan lalu sempat viral, Lutfi Ramli (34) pedagang Cilok Pejabat mengaku omzetnya kian melejit hingga berencana membuka cabang.
“Alhamdulillah semenjak viral peningkatannya sangat drastis, dari yang dua kilogram jadi tujuh kilogram adonan cilok. Mungkin untuk beberapa bulan ke depan rencana buka cabang juga,” ujar pria berjas hitam tersebut, saat ditemui TribunLombok.com, Kamis (27/1/2022).
Masih dengan konsep yang sama yakni menggunakan setelan pejabat, nantinya cabang Cilok Pejabat tersebut akan dibuka di Lingkungan Punia, Kota Mataram.
Setelah viral, kini Lutfi mulai mencicipi hasilnya. Ia pun menyebut penjualannya di angka stabil.
Bahkan, adonan cilok sebanyak tujuh kilogram selalu ludes dalam waktu kurang dari lima jam setiap harinya.
Baca juga: 5 Fakta Pantai Sire, Walau Sepi tapi Pernah Dikunjungi Luna Maya
Berawal dari pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kala itu membuatnya harus memutar otak.
Agar dagangannya dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Pasalnya usaha yang telah dirintisnya sejak tahun 2014 ini terkena imbasnya.
Tercetus ide dari pria yang juga merupakan Kepala Lingkungan Karang Kateng, Kelurahan Punia, Kota Mataram itu untuk menjajakan ciloknya menggunakan pakaian bak pejabat.
Lalu, dengan bantuan sang kakak, Nurul Hikmah (37) yang memiliki usaha salon Lutfi sukses didandani layaknya pejabat.
Berjas hitam, lengkap dengan sepatu pantofel hingga kopiah berwarna hitam, dirinya mampu menarik perhatian warga yang melintas di Jalan Airlangga tersebut.
Baca juga: Minyak Goreng Satu Harga Mulai Berlaku di Pasar Tradisional Kota Bima
Baca juga: Alun-alun Tastura Kota Praya Dipenuhi PKL, Lokasi Olahraga Masyarakat Pindah ke Jalan Depan IPDN
Berkat penampilan nyentriknya dalam kurun waktu dua bulan dirinya berhasil manjadi buah bibir.
Kreatifitas Lutfi ini juga menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno.
“Sempat dulu VC-an terus sudah ketemu juga di kasih jas dan jaket tulisan pesona Indonesia,” ungkapnya.
Kini agar usahanya tersebut tetap bertahan dirinya semakin memperhatikan kualitas dari cilok yang dijualnya.
Ia tidak ingin usahanya laris sesaat hanya karena masyarakat penasaran dengan pakaiannya saja.
“Kualitas ciloknya juga saya perhatikan. Ciloknya pakai daun sawi mangkanya warnanya hijau, sehat. Nanti akan ada kreasi lain pakai wortel juga. Kualitas saosnya juga pakai yang bagus,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/lutfi-ramli-34-pedagang-cilok-pejabat-menggu.jpg)