Breaking News:

Minyak Goreng Curah Masih Boleh Dijual, Larangan Mulai 2022 Dibatalkan

Oke menjabarkan alasan utama pembatalan aturan itu adalah karena tingginya harga komoditas CPO saat ini yang disebabkan oleh supercycle.

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS IMAGES via TRIBUNNEWS.COM
Minyak goreng curah kemasan plastik 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membatalkan rencana larangan penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Artinya, minyak goreng curah masih boleh beredar pada tahun depan.

"Benar (dibatalkan)," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan dalam keterangannya, Jumat 10 Desember 2021.

Oke menjabarkan alasan utama pembatalan aturan itu adalah karena tingginya harga komoditas CPO saat ini yang disebabkan oleh supercycle.

Baca juga: 3 Bahan Sederhana Ini Ternyata Bisa Buat Minyak Goreng Bekas jadi Jernih Lagi

Baca juga: Polresta Mataram Sita 10.320 Botol Minyak Goreng Ilegal, Operasional Pabrik Distop

Tercatat harga CPO alias minyak sawit mentah saat ini mencapai MYR 5000 per ton, naik hampir 2x lipat dari waktu normal. Kenaikan harga ini membuat minyak goreng kemasan yang saat ini beredar juga mahal.

Meski harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 11.000 per liter/ 0,8 Kg, namun harga di pasaran minyak goreng curah saat ini sebesar Rp17.800/ Kg dan yang bermerk mencapai Rp 19.000 hingga Rp 19.450/ Kg.

Di sisi lain daya beli masyarakat tergerus oleh pandemi Covid-19. Kondisi pandemi Covid-19 yang belum pulih membuat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kecil dan UMKM lebih sulit. Karena itulah Kemendag akhirnya membatalkan larangan itu.

Oke menyebut jika minyak goreng curah dipaksakan ditarik dari pasar, dikhawatirkan hal tersebut bakal berdampak ke geliat ekonomi yang saat ini baru mulai pulih.

Karena itulah, demi membantu UMKM menghadapi tekanan itu, pemerintah membantu mereka untuk memperoleh minyak goreng dengan harga murah melalui izin penjualan minyak goreng curah.

"Kondisinya sepertinya ini buah simalakama gara-gara pandemi, gara-gara supercycle, dan sebagainya. Kalau kondisi normal mungkin berbeda ceritanya," terang dia. "Dengan pertimbangan itu, penjualan minyak goreng tetap bisa dijual dalam bentuk curah maupun kemasan," kata Oke.

Dia mengaku saat ini belum ada strategi tertentu untuk mengerem produksi minyak goreng curah di masyarakat. Dengan pendekatan baru, warga diberikan kebebasan untuk memilih.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved