Breaking News:

Tujuh Kali Paus Terdampar di Perairan Bima, Tim BKSDA NTB Ambil Sampel Isi Perut

Fenomena matinya paus kepala melon (Peponocephala electra) secara beruntun di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak biasa.

Dok. Istimewa
Tangkapan layar beberapa bangkai ikan luma-lumba atau paus kepala melon yang terdampar di perairan Bima, sejak September 2021. Video kematian mamalia laut ini direkam warga dan tersebar di media sosial, salah satunya akun instagram @mbojoinside. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Fenomena matinya paus kepala melon (Peponocephala electra) secara beruntun di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak biasa.

Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB dibantu tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) turun mengambil sampel ke bangkai ikan yang mati.

Sebelum menentukan penyebab kematian mamalia laut tersebut, mereka harus melakukan uji laboratorium.  

”Kemarin tim kita dibantu oleh tim dari BPSPL Denpasar mengambil sampel isi perut paus untuk diteliti lebih dalam penyebab kematiannya,” kata Kepala BKSDA NTB Joko Iswanto, pada TribunLomok.com, Senin (4/10/2021).

Menurut Joko, fenomena kematian paus kepala melon yang masih keluarga lumba-lumba tersebut baru pertama kali dia temukan.

Baca juga: Tujuh Kali Paus Kepala Melon Terdampar di Bima, Warga Minta Pemerintah Turun Menyelidiki

”Saya juga baru menemukan kejadian kematian paus ini di sini,” katanya.

Sehingga tim BKSDA berkoordinasi dengan tim BPSPL Denpasar, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) untuk membantu menganalisa lebih lanjut penyebab kematian paus.

Tangkapan layar beberapa bangkai ikan lumba-lumba atau paus kepala melon yang terdampar di perairan Bima, sejak September 2021. Video kematian mamalia laut ini direkam warga dan tersebar di media sosial, salah satunya akun instagram @mbojoinside.  
Tangkapan layar beberapa bangkai ikan lumba-lumba atau paus kepala melon yang terdampar di perairan Bima, sejak September 2021. Video kematian mamalia laut ini direkam warga dan tersebar di media sosial, salah satunya akun instagram @mbojoinside.   (Dok. Istimewa)

Terkait dugaan adaya pencemaran lingkungan di kawasan tersebut, Joko mengku belum menemukan bukti yang kuat ke arah sana.

”Sejauh ini belum ada tanda-tanda dugaan terjebak di Teluk Bima,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved