NTB

Oven Tembakau Terbakar, Petani di Desa Beleka Rugi hingga Rp 50 Juta

Dok. Polres Loteng
KEBAKARAN: Petugas bersama dan warga berusaha memadamkan api yang membakar oven tembakau milik petani di Desa Belaka, Lombok Tengah, Senin (27/9/2021) malam.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Senem alias Amaq Gunawan (55), petani asal Dusun Gedong, Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah hanya bisa pasrah melihat oven tembakaunya hangus terbakar.

Lima hari lamanya dia mengeringkan tembakau itu, kini ludes dalam sekejap.

Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami mencapai Rp 50 juta lebih.

Insiden kebakaran tersebut terjadi, Senin (27/9/2021), sekitar pukul 19.10 Wita.

Baca juga: VIRAL Video Oknum Polisi Tendang Pengendara Motor, Kapolres Bima Turun Minta Maaf ke Warga

Pada saat kejadian, dia sedang berada di sekitar oven bersama Hartono (26), warga setempat.

Tiba-tiba Hartono melihat ada asap tampak keluar dari dalam oven.

Petugas bersama dan warga berusaha memadamkan api yang membakar oven tembakau milik petani di Desa Belaka, Lombok Tengah, Senin (27/9/2021) malam. 
Petugas bersama dan warga berusaha memadamkan api yang membakar oven tembakau milik petani di Desa Belaka, Lombok Tengah, Senin (27/9/2021) malam.  (Dok. Polres Loteng)

Ia juga melihat api sudah mulai membakar tembakau.

"Korban dan saksi spontan berteriak meminta tolong dan masyarakat keluar membantu memadamkan api," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, melalui Kapolsek Praya Timur Iptu Sayum, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Debt Collector Todongkan Pistol ke Warga, Polres Lombok Barat Telusuri Keterlibatan Oknum Polisi

Sekitar pukul 19.20 Wita, satu unit Pemadam Kebakaran dari Kecamatan Keruak, Lombok Timur tiba di lokasi.

Disusul pukul 19.50 Wita, satu Unit Damkar Kabupaten Lombok Tengah tiba di lokasi kebakaran.

Mereka langsung membantu memadamkan api.

Sekitar pukul 20.00 Wita api dapat dipadamkan.

Penyebab kebakaran diperkirakan karena adanya daun tembakau yang jatuh ke tungku.

Selanjutnya api dengan cepat menyambar dan membakar tembakau setengah kering di dalam oven.

Tembakau yang terbakar tersebut sebanyak tujuh ton.

Kegiatan pengeringan sudah berlangsung selama lima hari.

"Tembakau dan atap oven terbakar secara keseluruhan," katanya.

Akibat kebakaran oven tersebut, pemilik oven  mengalami kerugian Rp 50 juta.

"Kami pastikan tidak terdapat korban jiwa," katanya.

Kurangnya peralatan pengaman di atas tungku membuat daun tembakau kering yang jatuh dapat langsung terbakar.

(*)