NTB

Pos Pantau Pulau Terluar Indonesia Dibangun di Blongas Sekotong

Dok. Polres Lobar
POS PANTAU: Prosesi pembangunan pos pantau pulau terluar di Lombok Barat, Selasa (21/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun pos pantau untuk Pulau Sepatang, pulau terluar di wilayah Lombok.

Pulau ini juga disebut Pulau Shopialousia.

Selain sebagai pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia, wilayah di pulau ini berbatasan dengan negara Australia.

Sementara pos pantau Pulau Sepatang dibangun di Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Baca juga: Lolos Seleksi, 18 Mahasiswa Kampus Merdeka Magang di PT SMS

Pembangunan pos ditandai peletakan batu pertama oleh Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, Selasa (21/9/2021).

 “Semoga dengan pembangunan pos pantau pulau terluar ini digunakan petugas dalam memantau situasi di wilayah Sepatang atau Shopialousia,”  kata AKBP Bagus, saat peletakan batu pertama pos pantau.  

Tonton juga:

Pos pantau juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan kepolisian.

Baca juga: Hotel Pullman di Mandalika Beroperasi Jelang World Superbike 2021

“Rencananya (pembangunan) akan berjalan sekitar satu setengah bulan,” terangnya.

Pos pantau yang akan dibangun di atas tanah seluas 500 meter persegi, dengan bangunan tipe 36.

Sementara itu, Kapolsek Sekotong Iptu I kadek Semerta mengatakan, dengan pos pantau pulau terluar, pemantauan akan semakin efektif.

“Selama ini pengawasan dilakukan melalui kegiatan patroli, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga kini dapat dilakukan setiap saat,” ujarnya.

Sebelumnya, untuk mencapai pos pantau ini harus melaui medan cukup berat.

Seiring waktu, kondisi jalan ke lokasi ini sudah semakin membaik.

PATROLI KELILING: Petugas gabungan melakukan patroli keliling untuk memantau aktivitas di Pulau Sepatang.
PATROLI KELILING: Petugas gabungan melakukan patroli keliling untuk memantau aktivitas di Pulau Sepatang. (Dok. Polres Lobar)

“Dengan membaiknya akses jalan ditambah lagi keberadaan pos pantau, tentu akan memaksimalkan pemantauan di pulau terluar ini,” ujarnya.

Baca juga: Harta Karun Emas, Satu Cincin Perak Temuan Penggali Kubur di Bima Ditawar Rp 75 Juta

Karena letaknya di tempat terpencil, tentunya juga pos pantau untuk kepentingan masyarakat.

”Terutama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” katanya.

Pembangunan pos disaksikan kepala Desa Buwun Mas, kepala Desa Belongas, serta tokoh setempat.

(*)