NTB
Harta Karun Emas, Satu Cincin Perak Temuan Penggali Kubur di Bima Ditawar Rp 75 Juta
Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA – Perhiasan emas yang ditemukan penggali kubur di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berada di tangan warga.
Benda yang diduga kuat artefak zaman kerajaan Bima tersebut belum bisa diambil pemerintah untuk diteliti.
Cincin emas dan perak, gelang, anting, serta tempat tusuk konde itu baru akan dilepas bila warga mendapat bayaran puluhan juta.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima Munawar mengatakan, benda temuan tersebut masih disimpan warga.
Pihaknya sudah membujuk agar diberikan ke pemerintah.
Baca juga: POPULER Potret Perhiasan Emas yang Ditemukan Warga Bima saat Gali Kubur, Mirip Artefak Kerajaan
Tapi warga menawarkan harga yang menurutnya lumayan mahal.
”Warga menawarkan harga yang sedikit agak lumayan, jadi kami juga kebingunan,” kata Munawar, pada TribunLombok.com, saat dihubungi via telepon, Selasa (21/9/2021).
Menurut Munawar warga mungkin terpengaruh dengan adanya pemberitaan bahwa benda tersebut akan dibeli kolektor dengan harga ratusan juta.
Sehingga mereka juga menawarkan harga cukup tinggi ke pemerintah.
Baca juga: HEBOH Warga Bima Temukan Perhiasan Emas saat Gali Kubur, Diduga Peninggalan Zaman Kerajaan
”Cuma kami tekankan kemarin, janganlah dijual ke luar, biarlah kami (pemerintah) yang berusaha membayarnya,” katanya.
Untuk satu cincin perak yang ditemukan, warga menawarkan harga Rp 75 juta.
”Satu buah cincin perak ini saja, yang lain belum kami dapat kabar,” katanya.
Pemerintah belum menyepakati harga tersebut.
Menurutnya, Pemkot Bima akan membayar sesuai harga emas dan perak yang berlaku.
Sehingga Dikbud Kota Bima meminta warga menimbang kadar emas dan perak benda tersebut.
”Kami akan bayar sesuai harga emas dan ditambah uang terima kasih,” katanya.
Hingga saat ini, Pemkot Bima masih melalukan negosiasi dengan warga.
Dia berharap benda tersebut diserahkan ke pemerintah.
Munawar menambahkan, pihaknya telah berusrat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali-Nusra dan Balai Arkelogi untuk turun melakukan penelitian.
Tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi kapan mereka akan turun melihat benda tersebut.
”Tugas kami sudah memberitahukan secara resmi tentang temuan ini, mungkin mereka masih menyusun rencana,” katanya.
Temuan Emas
Warga Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dihebohkan penemuan perhiasan emas saat menggali kubur.
Perhiasan yang ditemukan berupa cincin dengan permata zamrud, gelang dengan lapisan kulit emas, tempat tusuk konde.
Diduga perhiasan-perhiasan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan di Bima.
Sebab bentuk cincin tersebut tidak lumrah.
Benda-benda itu lebih mirip artefak kerajaan.
Bagian atas cincin berbentuk kerucut, mirip mahkota.
Demikian juga sepasang gelang yang ditemukan, identik dengan gelang-gelang zaman kerajaan.
Dari ciri-ciri tersebut, warga meyakini benda-benda tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan yang tertimbun lama.
Penemuan benda aneh yang menghebohkan warga Kota Bima ini terjadi, Rabu (15/9/2021), pukul 10.00 Wita.
Benda-benda tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh para penggali kubur.
Di antaranya Ibrahim, Rama, Ramlin, dan Rasidin.
Kala itu, mereka menggali kubur untuk pemakaman salah seorang warga yang meninggal dunia.
Setelah menggali sekitar dua meter, Ibrahim melanjutkan menggali bagian pinggir, sebagai tempat membaringkan jenazah.
Tiba-tiba Ibrahim dikagetkan karena cangkulnya mengenai benda keras.
Baca juga: NTB Targetkan 17 Emas di PON XX Papua, Ini Daftar Cabang Olahraga yang Diikuti
Awalnya dia mengira benda itu kerikil.
Setelah terus menggali, ditemukan gumpalan benda warna keemasan.
Hal itu membuatnya kaget dan semakin penasaran.
Awalnya menemukan benda berbentuk cincin, kemudian berbentuk gelang.
Warga pun mengeluarkan benda-benda itu dan dibawa ke permukaan.
Ibrahim dan rekan-rekannya ingin terus menggali.
Tapi niat itu dibatalkan.
Keluarga sepakat tidak melanjutkan karena tujuan mereka menggali hanya untuk pemakaman.
Penemuan benda-benda aneh tersebut kemudian menyedot perhatian warga Kota Bima.
Mereka berdatangan ke lokasi penggalian makam.
Beberapa warga memposting foto-foto temuan tersebut di akun media sosialnya.
Seperti pemilik akun facebook Aba Jef.
Dalam postingan dua hari lalu itu, pemilik akun memberikan keterangan panjang tentang sejarah lokasi tersebut.
”...konon perkampungan ini menjadi tempat tinggal beberapa penguasa NCUHI BANGGAPUPA...” salah satu kutipan dari keterangan yang diposting Aba Jef.
Postingan tersebut mendapat 91 komentar dan 96 kali dibagikan warganet.
Warga berspekulasi, tempat itu sebelumnya menjadi tempat tinggal Ncuhi Banggapupa.
Sebuthan bagi penguasa wilayah di zaman kerajaan Bima.
Sehingga benda-benda itu diduga bagian dari artefak yang tersisa dari Ncuhi Banggapupa.
Terpisah, Munawar, kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima yang dikonfirmasi TribunLombok.com menjelaskan, warga menemukan benda tersebut sekitar pukul 11.00 Wita, saat tahap akhir penggalian kubur.
Saat menggali, secara tidak sengaja penggali kubur menemukan dua tengkorak manusia.
”Di dekat tengkorak itu mereka menemukan dua cincin, satu cincin emas, satu cincin perak kayak model (lampu) Aladin, dua gelang emas, dan satu kayak tempat tusuk konde,” kata Munawar, menjelaskan via telepon, Sabtu (18/9/2021).
Benda-benda tersebut kemudian dikumpulkan dan disimpan sementara di rumah warga.
Menurut pengakuan hampir semua warga di sana, penemuan benda-benda arkeolog bukan pertama kali.
Penemuan serupa sudah berlangsung puluhan tahun.
Karena sejak zaman kerajaan, warga di daerah tersebut banyak membuat batu bata.
Sehingga penggalian tanah dilakukan sejak puluhan tahun silam.
Warga kerap menemukan benda-benda yang diduga peninggalan zaman kerajaan.
Saat datang ke rumah warga yang menemukan benda tersebut, Munawar meminta mereka tidak menjualnya ke kolektor luar.
”Sekiranya ada niat untuk menjual ke luar kami minta warga mengkonfirmasi ke kami,” katanya.
Bila hendak dijual, sebaiknya barang diperiksa dahulu di pegadaian untuk mengetahui karat emasnya.
"Sebab ada isu kolektor luar siap membeli dengan harga ratusan juta, itu tidak benar," katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bima juga sudah memberikan pencerahan ke warga.
Jika benda itu diberikan kepada pemerintah, mereka akan memberikan sertifikat kepada penemunya.
”Dan anak cucu mereka bisa melihat dan menikmati peninggalan sejarah yang terkubur itu,”katanya.
Menindaklanjuti temuan warga tersebut, rencananya Minggu (19/9/2021), besok. Wali Kota Bima akan turun langsug menemui warga.
”Karena di situ juga ada beberapa benda arkeologi, termasuk juga gundukan gunung yang diperkirakan ada sesuatu di dalamnya,” katanya.
Kuat dugaan di dalam galian kubur tersebut masih terdapat benda-benda lainnya.
Tapi karena keluarga tidak mau melanjutkan penggalian, maka penggalian distop.
Keluarga hanya ingin fokus ke pemakaman keluarga yang meninggal dunia.
Pihaknya yakin masih ada benda-benda lain di dalam tanah tersebut.
”Semua penggali kubur itu menyatakan ada bunyi sesuatu ketika mereka menggali,” katanya.
Dinas Dikbud Kota Bima juga sudah bersurat ke Balai Arkeologi Bali untuk datang memeriksa benda tersebut.
Supaya bisa diketahui, apakah benda-benda tersebut merupakan benda peninggalan zaman kerajaan atau bukan.
Pemerintah daerah sejauh ini belum bisa memberikan penjelasan detail terkait benda tersebut.
Mereka harus menunggu hasil riset dan kajian dari tim Balai Arkeologi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/koleksi-perhiasan-emas-dan-perak-yang-ditemukan-penggali-kubur.jpg)