Breaking News:

BKSDA NTB Polisikan Warga Penangkap Lumba-lumba yang Viral di Medsos

Tidak hanya pecinta satwa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga melaporkan warga yang menangkap  lumba-lumba di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. BKSDA NTB
DILINDUNGI: Petugas SKW III Bima dari BKSDA NTB menemukan sisa potongan lumba-lumba yang diangkut warga Desa Panda, Bima, Sabtu (11/9/2021). Potongan kepala lumba-lumba tersebut kemudian dikubur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Tidak hanya pecinta satwa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga melaporkan warga yang menangkap  lumba-lumba di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laporkan telah dimasukkan BKSDA NTB ke Polres Bima, beberapa waktu lalu.

"Kami juga sudah melaporkan, menunggu proses selanjutnya dari Polres Bima,"  kata Kepala BKSDA NTB Joko Iswanto, pada TribunLombok.com, Rabu (15/9/2021).

Joko menjelaskan, mereka melaporkan kejadian tersebut agar menjadi pelajaran.

BKSDA tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.

Baca juga: Tak Terima Ditegur saat Pesta Miras, 2 Pria Bima Berkelahi hingga Kritis

"Karena tindakan yang dilakukan melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," katanya.

Joko Iswanto menjelaskan, meski satwa tersebut telah mati, tetap tidak boleh ditangjap.

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE).

Pasal 21 ayat 2 huruf b berbunyi, setiap orang dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindugi dalam keadaan mati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved