NTB

Optimistis Tetebatu Bisa Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia, Tapi Penilaian Tak hanya Soal Keindahan

TribunLombok.com/Sirtupillaili 
DESA WISATA: Seorang pengunjung menikmati suasana sore hari di Praja Coffee, Desa Loyok, Sabtu (28/8/2021). Tempat ini masih satu kawasan dengan Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah sangat optimistis Desa Tetebatu bisa menjadi desa terbaik dunia dalam ajang Best Tourism Village 2021.

Sebuah event lomba desa wisata dunia yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).

"Optimis itu dilihat dari berbagai aspek yang disajikan masyarakat Tetebatu baik budaya, kuliner, alam, dan alam yang asri dan lestari," kata Rohmi,  saat memberi arahan dalam persiapan menghadapi ajang tersebut, di kantor Desa Tetebatu, Rabu (8/9/2021). 

Meski demikian, rasa optimis itu harus dibarengi dengan persiapan-persiapan yang matang. 

Terutama sinergi semua pihak dalam menyiapkan potensi Desa Tetebatu. 

Sehingga layak menyabet predikat desa wisata terbaik yang mewakili Indonesia. 

Baca juga: Tim Satgas Turun Cek Tanah Warga di Lingkar Sirkuit Mandalika

Baca juga: MUI Kembangkan Kawasan Industri Halal di NTB

Baca juga: Sempat Ditutup, Bandara Sumbawa Kembali Melayani Penumpang

"Terpilihnya desa wisata Tetebatu merupakan anugerah bagi seluruh masyarakat NTB. Karena tidak semua desa wisata di NTB mendapatkan kesempatan ini," katanya. 

Tonton juga:

Untuk itu, kesempatan tersebut harus benar-benar kita manfaatkan sebaik baiknya. 

Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengungkapkan, desa wisata Tetebatu bersama dua desa wisata di Yogjakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Pemprov NTB bersama pemerintah Lombok Timur sudah melakukan berbagai upaya menyiapkan dan meningkatkan segala potensi yang menjadi indikator penilaian lomba desa wisata dunia ini," jelasnya. 

Dalam indikator penilaian tersebut, pihak penyelenggara tidak menilai hanya dari sisi keindahan destinasinya. 

Justru hal terpenting bagaimana aktivitas desa wisata dapat mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

"Artinya orieantasi penilaian akan lebih banyak kepada dampak pada kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat," jelasnya.

(*)