Breaking News:

MUI Kembangkan Kawasan Industri Halal di NTB

Kementerian Perindustrian RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengembangkan Kawasan Industri Halal (KIH).

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
IKON NTB: Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB menjadi ikon Lombok yang dijuluki Pulau Seribu Masjid. Foto ini diambil Maret 2017. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Kementerian Perindustrian RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengembangkan Kawasan Industri Halal (KIH).

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi lokasi proyek percontohan.

KIH dikelola dengan konsep Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia (Gerbang Esa).

Menanggapi hal itu, Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah mengatakan, potensi pasar muslim secara global cukup besar.

Baca juga: Gadis 12 Tahun Dicabuli Tetangga di Kamarnya, Pelaku Tak Berkutik Diciduk Polres Dompu 

Di Indonesia, khususnya NTB mayoritas  penduduknya muslim.

Sementara NTB memiliki program unggulan industrialisasi.

Dia berharap rencana tersebut benar-benar terwujud.

”Pastikan benar benar berjalan dan berbeda dari kawasan industri yang ada,” kata Zulkieflimansyah, di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Rabu (8/9/2021).

Ignatius Warsito, Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, selain menyongsong peluang dalam pasar ekonomi muslim global, NTB juga memiliki industrialisasi yang dapat mendukung wilayah Timur Indonesia.

Baca juga: Sempat Ditutup, Bandara Sumbawa Kembali Melayani Penumpang

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved