Breaking News:

Pecatan Polisi dan Residivis Kerja Sama Cetak Uang Palsu, Dipakai Judi dan Tebus Mobil  

Dua orang yang ditangkap Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kasus uang palsu bukan orang sembarangan.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Polda NTB
UPAL: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (tiga dari kanan) menunjukkan barang bukti uang palsu, dalam keterangan pers, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Dua orang yang ditangkap Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kasus uang palsu bukan orang sembarangan.

Pelaku berinisial MR (43) merupakan pecatan polisi. Dia diberhentikan beberapa tahun lalu sebagai polisi.

Pelaku lainnya berinisial JWA (34), seorang residivis pemalsuan surat kendaraan seperti STNK dan BPKB.

JWA merupakan ahli pemalsu uang. Dia pernah ditangkap dalam kasus pemalsuan surat kendaraan.

Keduanya berkolaborasi melakukan kejahatan dengan mencetak uang palsu di rumah MR, di Desa Sedayu, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Mereka pun telah mencetak uang palsu hingga Rp 7 juta.

Baca juga: NTB Siap Gelar L’Etape Indonesia by Tour de France, 1.500 Peserta Diprediksi Hadir

Jumlah yang mereka diedarkan baru sekitar Rp 700 ribu.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan, Tim Puma Polda NTB menggerebek pabrik uang palsu di rumah MR, mantan anggota polisi di Desa Sedayu, Kecamatan Kuripan, Jumat (2/7/2021).

”Rumah itu sebagai tempat produksi uang palsu tersebut,” ungkapnya, dalam keterangan pers, di markas Polda NTB, Selasa (6/7/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved