Breaking News:

Tekan Laju Kemiskinan di Masa Pendemi, Bappeda NTB Godok Pergub Kemiskinan

Pandemi Covid-19 membuat angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) membengkak.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Bappeda NTB
REGULASI: Rapat koordinasi penyusunan rancangan Pergub NTB tentang kemiskinan, di kantor Bappeda NTB, Rabu (2/6/2021). 

Menurut Iswandi, dalam penanggulangan kemiskinan, NTB sendiri sudah berada pada jalurnya.

Meski BPS mencatat, NTB mengalami kenaikan persentase penduduk miskin 0,26 persen, periode Maret  – September 2020.

Kemudian secara nasional, BPS mencatat persentase penduduk miskin September 2020 sebanyak 10,19 persen. Meningkat 0,41 persen terhadap Maret 2020.

Baca juga: Dilarang Pacaran di Jalur Bypass Bandara Lombok, Awas Ada Setan dan Begal!

Baca juga: Dua Pembobol ATM dan Brankas Alfamart di Sekotong Diciduk, Dua Pencuri Lainnya Melarikan Diri

Tapi bila dibandingkan dengan 34 provinsi di Indonesia, posisi NTB ada di urutan 9 dari 10 besar provinsi yang mampu menahan laju kemiskinan dengan baik.

”Di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, tidak hanya berbicara penurunan angka kemiskinan, tapi juga berbicara tentang menahan laju kenaikan angka kemiskinan,” katanya.

Laju kemiskinan dapat ditahan karena bantuan sosial pemerintah berjalan dengan baik.

Baik itu bantuan pemerintah pusat maupun daerah, seperti bantuan pangan non tunai, bantuan sosial tunai, dan bantuan langsung tunai.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda provinsi NTB Iskandar Zulkarnain menambahkan, Pergub yang diinisiasi Bappeda Provinsi NTB adalah salah satu ikhtiar menekan angka kemiskinan di masa pandemi Covid-19.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved