Pulau Terluar Dekat Australia Jarang Didatangi, Polsek Sekotong Awasi Aktivitas Orang Asing

Pulau ini diketahui merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Wulan Kurnia Putri
Dok. Polres Lobar
PATROLI: Anggota Polsek Sekotong Lombok Barat melakukan patroli di Pulau Sepatang atau Shopia Lusia, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Anggota Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat melakukan patroli dan pemantauan langsung ke Pulau Sepatang atau dijuluki Shopia Lusia, di Dusun Panggang, Desa Buwun Mas, Sekotong Lombok Barat, Senin (31/5/2021).

Pulau ini diketahui merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan keamanan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Australia itu.

Baca juga: Nongkrong Sambil Bawa Senjata Tajam, Tiga Remaja Sumbawa Diangkut Petugas Patroli

“Di Lombok Barat terdapat pulau terluar yang dikenal dengan nama Sepatang, atau orang Australia menyebutnya dengan nama Shopia Lusia,” katanya, Selasa (1/6/2021). 

Walau pun tidak berpenghuni, Polsek Sekotong tetap melakukan pemantauan minimal seminggu sekali.

“Pemantauan kondisi Pulau Sepatang paling memungkinkan dilakukan di Pos Pantau Dusun Panggang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong,” katanya.

Baca juga: MotoGP Mandalika Diundur, NTB Masih Punya Tiga Event Internasional Tahun Ini

Menurutnya, kondisi akses jalan menuju pos pantau pulau terluar cukup sulit. 

Kondisinya masih berupa jalan tanah dan medan berbukit.

Dengan kondisi itu mereka harus memutar terlebih dahulu.

“Bila tidak ingin memutar, bisa melewati salah satu muara di Buwun Mas, itu pun baru bisa dilewati bila air laut sedang surut,” jelasnya.

Patroli pemantauan pulau terluar, kata Kadek Sumerta, bertujuan mencegah aktivitas warga yang membahayakan keselamatan.

“Yang terpenting adalah tidak ada aktivitas di pulau ini, apalagi warga negara asing," ujarnya. 

Patroli juga untuk menjaga pulau tersebut demi kedaulatan Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Pulau terluar ini sangat potensial dijadikan lokasi wisata,” pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved