Breaking News:

Penerimaan Pajak Nusa Tenggara Tumbuh 5,24 Persen di Masa Pandemi

Meski pandemi Covid-19 masih melanda, penerimaan pajak triwulan I di wilayah Nusa Tenggara tumbuh 5,24 persen

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Chandra Budi, Kabid Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyelidikan, Kanwil DJP Nusa Tenggara 

Tumbuh 5,24 persen dibandingkan tahun 2020 di waktu yang sama Rp 565 miliar.

Penerimaan pajak triwulan I sebagian besar dari sektor konstruksi senilai Rp 134 miliar.

Administrasi pemerintah dan jaminan sosial wajib Rp 94 milair, keuangan dan asuransi Rp 81 miliar.

Kemudian sektor perdangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan kendaraan Rp 76 miliar.

Sektor pertambangan dan penggalian Rp 48 miliar, dan sektor lainnya Rp 161 miliar.

Meski demikian, Chandra Budi mengakui dampak pandemi Covid-19 berdampak cukup besar bagi perekonomian.

Hal itu terlihat dari penerimaan pajak sektor perdagangan dan sektor keuangan asuransi masih minus sampai saat ini.

Selama ini, dua sektor itu selalu menjadi sektor unggulan dalam penerimaan pajak. Tapi sejak dihantam pandemi Covid-19 trennya belum menggembirakan.

”Akibat pandemi, sektor ini belum kembali seperti sebelum pandemi Covid-19,” katanya.

Itu artinya dua sektor itu masih perlu terus didorong agar bisa keluar dari situasi sulit saat ini.

Baca juga: Kawasan Wisata Sekotong Dikembangkan, PLN NTB Bangun Transmisi Listrik Baru

”Secara keseluruhan (penerimaan pajak) tetap teguh, tetapi faktor pendorong lebih banyak belanja pemerintahan, yang belum pulih sektor perdagangan dan keuangan,” jelasnya.

DJP berharap, sektor perdagangan dan jasa keuangan terus tumbuh, sehingga perekonomian juga bergairah kembali.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved