Breaking News:

BP2MI Serukan Perang Melawan Mafia Perdagangan Orang di NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu penyumbang pahlawan devisa terbesar di Indonesia

TribunLombok.com/Sirtupillaili
BANTUAN: Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyerahkan bantuan kepada Husniyah, salah satu pekerja migran korban perdagangan orang, di kantor Gubernur NTB, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu penyumbang pahlawan devisa terbesar di Indonesia.

Karena itu, perlindungan maksimal terhadap pekerja migran menjadi komitmen yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.

Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah berharap tidak ada lagi buruh migran asal NTB berangkat ke luar negeri tanpa prosedur yang benar.

Dengan program Revitalisasi Posyandu di setiap dusun, Pemprov NTB juga berupaya melindungi para pekerja migran.

Baca juga: Jualan Jajan, Terduga Teroris Bima Ternyata Buronan Densus 88, di Bawah Kendali Napi Nusakambangan

"Kita cegah pekerja migran ilegal dan NTB harus zero kasus unprosedural buruh migran," tegas Rohmi, dalam sosialisasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Gedung Graha Bhakti Praja, Selasa (30/3/2021).

Rohmi menjelaskan, prosedur keberangkatan yang legal menjadi salah satu kunci dalam perlindungan maksimal terhadap buruh migran.

Calon pekerja migran di NTB, harus sadar pentingnya prosedur legal melalui edukasi yang masif.

Edukasi tersebut, kata Rohmi, dapat dilakukan melalui posyandu keluarga yang ada di setiap dusun di NTB.

"Banyak warga tidak paham betapa berisikonya menjadi tenaga kerja unprosedural atau ilegal," katanya.

Halaman
12
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved