VIDEO Bentrok Massa Pendukung dan Penolak KLB Demokrat, Ada yang Berjatuhan
Massa kader pendukung dan penolak KLB Partai Demokrat terlibat bentrok, ini videonya!
Pilihan orang ini terlihat menggunakan kaus yang berlambang Partai Demokrat.
Namun, yang terlibat mencolok dari pakaian yang dikenakan oleh puluhan pria ini tampak di bagian depan kaus menampilkan foto salah satu sosok yang tidak asing.
Saat dilihat, ternyata gambar tersebut merupakan foto Moeldoko.
Bahkan yang lebih menarik perhatian lagi, di bawah foto tersebut bertuliskan Dr H Moeldoko, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Diketahui KLB ini, juga digelar untuk memilih siapa yang akan menjadi nahkoda partai dengan lambang mercy ini ke depannya.
Hingga saat ini, terlihat di lokasi KLB acara resmi belum berlangsung.
Tokoh-tokoh politik dari Partai Demokrat juga belum tampak, hanya mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang terlihat.
5. DPD Demokrat Sumut Bakal Lakukan Pembubaran
Di tempat terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain melakukan apel siaga di kantor Partai Demokrat Sumut Jalan Gatot Subroto Medan.
Herri Zulkarnain dengan tegas menyebutkan akan memimpin pembubaran KLB Partai Demokrat di Sibolangit.
KLB diduga merupakan kelanjutan upaya kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Sehabis apel kita akan bergak menuju Sibolangit membubarkan KLB ilegal ini," ujar Herri Zulkarnaen.
Terkait hal ini, kata Herri dia telah melapor ke Polrestabes Medan agar membubarkan acara tersebut.
Herri meminta agar Polda maupun Polres membubarkan KLB yang dianggap ilegaal ini.
"Ini adalah KLB illegal dan telah kita laporkan ke Polisi," sebut Herri.
Menurut Herri, pertemuan tersebut juga menimbulkan kluster baru Covid-19 di Sumut.
6. Gubernur Minta KLB Dibubarkan
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi bereaksi atas KLB Demokrat di wilayahnya.
Mantan Pangkostrad itu tak ingin KLB Partai Demokral sebagai klaster lonjakan Covid-19 di Sumatera Utara.
Dia pun memerintahkan Satgas Covid-19 Sumut mendatangi The Hill Hotel Sibolangit, lokasi KLB Partai Demokrat.
Perintah itu dilakukan untuk mengecek izin gelaran KLB Partai Demokrat di lokasi tersebut.
"Nanti saya cek kepada satgas. Kalau di satgas bilang tidak ada (izin) kita usir. Hey tidak ada kegiatan tak berizin di sini," ucap Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, dikutip dari TribunMedan.
Kata Edy, ada atau tanpa perintah dirinya, Satgas Covid-19 Sumut wajib turun ke lokasi.
Karena sudah menjadi tugas Satgas untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sumut.
"Pasti (Satgas) otomatis itu, begitu dengar datang. Satgas itu berkuasa. Wartawan pun perlu datang ke sana siapkan mobil," sebutnya.
Edy menyebutkan ketegasan bukan berarti mendukung salah satu kubu dari Partai Demokrat, tetapi hanya menjalankan aturan agar pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya Sumut bisa segera teratasi.
"Saya bukan provokator ya," ucap Edy.
(Tribunnews.com/Daryono) (TribunMedan/Mustaqim Indra Jaya/Muhammad Nasrul/Arjuna Bakkara)
Artikel ini telah tayang di TribunMedan.com dengan judul BENTROKAN PECAH, Massa Pro KLB Serang Kader Demokrat Pimpinan Herri Zulkarnain, Korban Berjatuhan dan Tribunnews.com dengan judul "6 Fakta Terbaru KLB Demokrat, Tak Ada Izin Polisi hingga Muncul Kaus Bergambar Moeldoko"