Selasa, 21 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Indonesia, Waspada Banjir Bandang dan Tanah Longsor

BMKG beri peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, waspada banjir bandang hingga tanah longsor

Editor: wulanndari
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Cuaca Ekstrem - BMKG beri peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, waspada banjir bandang hingga tanah longsor 

TRIBUNLOMBOK.COM - BMKG beri peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, waspada banjir bandang hingga tanah longsor.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hingga Rabu (24/2/2021) mendatang seluruh wilayah Indonesia masih terjadi potensi hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang.

Wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem di antaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta.

Juga hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi," kata Dwikorita dikutip dari bmkg.go.id.

Selain itu, peningkatan gelombang tinggi diprediksikan akan terjadi di sejumlah perairan wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan, gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter (kategori tinggi) berpeluang terjadi di perairan utara Sabang-Selat Malaka bagian utara, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Pulau Enggano, perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB.

Baca juga: BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Buruk Minggu 21 Februari, Sejumlah Wilayah Dilanda Hujan Petir

Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTB, perairan Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, perairan Kepulauan Bintan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian Utara, perairan Kepulauan Sangihe.

Perairan Halmahera Barat, Laut Halmahera, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari, perairan barat Biak, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai-Kepualaun Aru, Laut Arafuru bagian timur dan selatan Merauke.

Kemudian potensi gelombang sangat tinggi antara 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sedangkan ketinggian gelombang di perairan Laut Jawa meski hanya 1,25-2,5 meter (kategori sedang) tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas nelayan.

Selain itu, adanya potensi pasang surut harian air laut yang berbarengan dengan curah hujan tinggi yang dapat menghambat air hujan ke laut utamanya di Jakarta Utara, pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga perlu diwaspadai.

Di samping itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Edison Kurniawan mengatakan adanya potensi pertumbuhan awan cumulonimbus dengan cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen hingga Rabu (24/2/2021).

Awan Cumulonimbus
Awan Cumulonimbus (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pertumbuhan itu diprediksikan akan terjadi di sebagian Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved