Sabtu, 11 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Seorang Remaja Tewas Tertusuk Keris saat Menari Rangda, Begini Kronologinya

Seorang pemuda berusia 16 tahun berinisial IGNEP yang masih berstatus pelajar, tewas usai tertusuk keris saat mesolah (menari) rangda.

Editor: Wulan Kurnia Putri
kantipurnetwork.com
Ilustrasi jenazah. Seorang pemuda berusia 16 tahun berinisial IGNEP yang masih berstatus pelajar, tewas usai tertusuk keris saat mesolah (menari) rangda. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Musibah terjadi saat ritual Napak Pertiwi di kawasan Banjar Belong Gede, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara pada Wraspati Umanis Sinta, Kamis (4/2/2021).

Pasalnya salah seorang pemuda berusia 16 tahun berinisial IGNEP yang masih berstatus pelajar, tewas usai tertusuk keris saat mesolah (menari) rangda.

Ditemui di Balai Banjar Blong Gede, Klian Dinas (Kepala Dusun) Blong Gede yakni I Made Rispong Arta Suda Negara menceritakan kronologi singkat peristiwa itu.

Didampingi Klian Adat Banjar Blong Gede yakni Made Jaya Atmaja, Made Rispong mengatakan korban saat itu mengikuti acara Napak Pertiwi dalam rangkaian Hari Pagerwesi.

Korban yang saat itu menjadi penari rangde, tampak biasa mengikuti acara yang diikuti kurang lebih 30 orang tersebut.

"Di acara ritual napak pertiwi itu, diikuti kurang lebih 30 orang. Harinya pas upacara Pagerwesi, hari Kamis (kemarin) sekitar pukul 01.00 wita dini hari," ujar Made Rispong, Jumat 5 Februari 2021 sore.

Saat acara tersebut berlangsung, korban yang menggenakan pakaian Rangda tersebut diduga mengalami kerauhan atau kesurupan.

Acara berlanjut dengan menusukkan keris ke tubuh, hal itu disebut bagian dari ritual Napak Bumi.

Saat itu, pemuda 16 tahun yang menari rangda, ternyata terluka.

Sang penari rangda tersebut langsung terjatuh dan tersungkur diiringi suara gamelan.

"Gamelan riuh saat itu biasa, pas kena tusuk dianggap tidak apa-apa. Tapi korban kemudian tersungkur, pas ditolong oleh tukang gamel dan diperiksa ternyata sudah ada darahnya," tambahnya.

Saat itu juga, korban langsung dilarikan ke RSUD Wangaya, Denpasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, nahas nyawa IGNEP tidak dapat tertolong.

"Menurut info kena tusuk pas dibagian jantung. Lebih lanjutnya saya kurang paham lagi, kabarnya meninggal dunia,"

"Lokasinya bukan di sanggar atau pura, tapi di rumah pribadi di Jalan Sutomo," tutur I Made Rispong Arta Suda Negara kepada Tribun Bali.

Dari kejadian ini Made Rispong mengatakan kasusnya sudah ditangani Polresta Denpasar dan pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan oleh sejumlah saksi termasuk penyelenggara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Tags
Bali
Tewas
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved