Hoaks Vaksin Banyak Beredar, Satgas Covid-19 NTB Minta Warga Tidak Mudah Percaya

Hoaks atau  kabar bohong terkait vaksin Covid-19 Sinovac asal China banyak beredar di tengah masyarakat.

Dok. Diskominfotik Provinsi NTB
Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi bicara soal hoaks vaksin covid-19 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Hoaks atau  kabar bohong terkait vaksin Covid-19 Sinovac asal China banyak beredar di tengah masyarakat.

Termasuk baru-baru ini, screenshot sebuah surat kabar yang menyatakan vaksin tersebut bisa memperbesar alat kelamin.

Terkait hoaks semacam itu, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Gita Ariadi, selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di NTB mengimbau masyarakat tidak mudah percaya.

Ia meminta informasi tidak benar diminimalisir agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia Terbukti Aman dan Halal

“Kita perangi hoaks-hoaks ini agar tidak diterima begitu saja oleh masyarakat,” imbuh Gita, dalam rapat persiapan pelaksanaan pemberian vaksin perdana, di Ruang Rapat Sekda Provinsi NTB, Senin (11/1/2021).

Untuk meyakinkan masyarakat terkait vaksinasi, penyuntikan vaksin akan diawali gubernur NTB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, dan tokoh masyarakat.

Rencananya, vaksinasi itu akan dilakukan di gedung Graha Bakti Praja, kantor Gubernur NTB, Rabu (14/1/2021).

"Dengan vaksinasi perdana ini diharapkan masyarakat percaya tentang keamanan vaksin sinovac," katanya.

Adapun rencana vaksinasi tetap dijadwalkan meski  Emergency Use Authorization (EUA) dari BBPOM belum keluar.

EUA dibutuhkan sesuai kaidah akademis dan standar WHO.

Baca juga: Disebut Positif Covid-19, Wakil Ketua DPRD NTB Mengaku Tak Pernah Tahu Hasil Tes Swab

Gita Ariadi menegaskan, Pemprov NTB akan menjadi garda terdepan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat mengenai vaksin Covid-19.

“Apa yang kita lakukan adalah wujud negara hadir sebagai garda terdepan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat,” ujar Gita Ariadi.

Gita berharap masyarakat tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya.

Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan kehalalan dan kesuciannya vaksin Covid-19 Sinovac. 

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved