NTB
245 Warga Provinsi NTB Kehilangan Nyawa karena Covid-19
Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Jumlah warga Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal dunia akibat Covid-19 terus bertambah.
Hingga saat ini, total kasus kematian pasien Covid-19 di NTB mencapai 245 orang.
Kasus kematian terbaru 4 orang berasal dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Sumbawa, dan Lombok Tengah.
Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Membengkak di Wilayah Bima dan Sumbawa
Dua orang pasien meninggal tanpa komorbid atau penyakit penyerta, yakni pasien nomor 4419, berinisial H.
Ia merupakan laki-laki usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa.
Tonton Juga :
Kemudian pasien nomor 4483, berinisial N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Selebung Borok, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.
Sedangkan dua pasien meninggal lainnya dengan riwayat komorbid yakni pasien nomor 4490, inisial R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.
Baca juga: Pajak Kendaraan di NTB Anjlok Akibat Pandemi Covid-19
Serta pasien nomor 4528, inisial TS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Imbauan Pemprov
Sekretaris Daerah Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB mengatakan, guna meminimalkan risiko kematian, diharapkan masyarakat yang mengalami gejala awal segera memeriksakan diri.
”Sehingga mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat,” katanya, Sabtu (21/11/2020).
Menurutnya, sebagian besar kasus pasien meninggal karena memiliki riwayat komorbid.
Direktur RSUD Provinsi NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menyebut, tim medis kerap menemukan pasien yang dirujuk ke rumah sakit dalam keadaan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gangguan pernapasan berat.
Baca juga: Berkunjung ke Lombok, Doni Monardo Ajak Pemda se-NTB Kompak Perangi Covid-19
“Rata-rata kadar kadar oksigen dalam darahnya sudah menurun di bawah 95 persen sehingga perlu alat bantu,” jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan, bila warga mengalami gejala terkena Covid-19 maka segera memeriksakan diri.
Dengan demikian, kemungkinan sembunya lebih besar.
Tapi jika terlambat ditangani, risiko kematiannya tinggi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/seorang-petugas-dinas-kesehatan-provinsi-ntb-mengambil-sampel-darah.jpg)