Kamis, 4 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Liga 4 PSSI NTB

Panitia Pelaksana Siap Ganti Trofi 'Mini' Liga 4 NTB Jika Diminta

Ketua Panpel Liga 4 NTB, H Suhaimi, menjelaskan ukuran trofi yang diprotes suporter sudah menjadi standar selama lima tahun terakhir.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
LIGA 4 NTB - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 NTB, H Suhaimi saat ditemui Tribun Lombok, Minggu (15/2/2026). Menanggapi protes suporter PS Daygun dan Ultras Gawah Daya, panitia membuka kemungkinan mengganti trofi agar polemik tidak berlarut. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Panpel Liga 4 NTB, H Suhaimi, menjelaskan ukuran trofi yang diprotes suporter sudah menjadi standar selama lima tahun terakhir, dan dalam kompetisi medali lebih ditonjolkan daripada piala.
  • Menanggapi protes suporter PS Daygun dan Ultras Gawah Daya, panitia membuka kemungkinan mengganti trofi agar polemik tidak berlarut serta berkomitmen memberi masukan kepada pengurus baru Asprov PSSI NTB.

TRIBUNLOMBOK.COM - MATARAM – Menanggapi protes dari suporter PS Daygun terkait bentuk piala Liga 4 Zona NTB yang dinilai terlalu kecil, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 NTB, H Suhaimi memberikan penjelasan.

Dalam sebuah wawancara pada Minggu (15/02/2026), ia menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir, standar piala yang diberikan memang konsisten dengan ukuran tersebut.

"Sepanjang ini juga kan kalau kita melihat kalau itu adalah sesuatu yang bergilir biasanya baru besar-besar. Tapi biasanya di tiap kompetisi, medali yang ditonjolkan karena medali itu adalah marwah bagi pemain maupun tim," ungkapnya.

Terkait adanya protes dari suporter PS Daygun yang menginginkan piala dengan bentuk yang lebih representatif, pihaknya menyatakan tidak keberatan untuk melakukan perubahan.

Pihaknya berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.

"Insya Allah kalau memang tuntutannya mau diganti, ya kita upayakan semaksimal mungkin untuk diganti. Insya Allah kita cari jalan untuk mengganti kan. Jangan kita memberikan peluang-peluang untuk terus berlanjut permasalahan ini," tambahnya.

Baca juga: Trofi Liga 4 NTB Terlalu Kecil, Ultras Gawah Daya Layangkan Surat Protes

"Selama kita menggelar kompetisi ini, tidak pernah piala kita besar-besar,"lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa Asprov terbuka terhadap kritik dan saran, bahkan jika ada rencana protes resmi dari pihak suporter.

Mengingat saat ini kepengurusan Asprov PSSI NTB sedang dalam masa transisi dengan status Pelaksana Tugas (Plt), ia berharap pengurus baru yang nantinya terpilih dapat membawa perubahan positif, termasuk dalam hal teknis penghargaan kompetisi.

"Nanti kami yang pernah menyelenggarakan ini tentunya memberikan masukan kepada pengurus baru yang mungkin nanti akan terpilih, sehingga ada perbaikan," pungkasnya.

Polemik ini diharapkan segera mereda setelah adanya lampu hijau dari pihak penyelenggara untuk mengganti piala yang menjadi pusat perhatian publik sepak bola di Nusa Tenggara Barat tersebut.

Sebagai informasi, final Liga 4 NTB (Nusa Tenggara Barat) berlangsung sukses dengan antusiasme supporter yang luar biasa. Salah satu pertandingan sepak bola dengan penonton terbanyak di NTB. PS Daygun Lombok Utara keluar sebagai juara sekaligus menorehkan sejarah baru. Mereka akan mewakili NTB di kancah nasional.

Tapi di tengah euforia kemenangan ini, kontroversi trofi Liga 4 NTB terus menjadi polemik di tengah masyarakat pecinta sepak bola.

Ukuran yang mini memancing perdebatan warganet. Terkai hal in, suporter fanatik PS Daygun, Ultras Gawah Daya pun angkat suara. Mereka merasa timnya kurang dihargai karena trofi yang diberikan di luar skspektasi. 

"Perjuangan kita tercederai dengan piala ini seolah-olah tidak dihargai, karena bagi kami bukan nilai uang yang jadi ukuran, tetapi ketika pemain berpose dengan piala yang besar," tegas Sekretaris Ultras Gawah Daya, Najam Kayangan, pada TribunLombok.com via WhatsApp, Jumat (13/2/2026). 

Menurutnya, karena Liga 4 NTB level tingkat provinsi, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemain dan masyarakat Lombok Utara. Mereka ingin mengabadikan momen dengan mengangkat dan mengarak trofi itu keliling kota. 

"Tetapi kalau pialanya sama dengan pertandingan sepak bola peringatan maulid ya tentu sebuah kekecewaan bagi pemain dan kami masyarakat Lombok Utara," tegasnya.

 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved