Rabu, 8 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Liga 4 PSSI NTB

Trofi Liga 4 Dicibir Netizen, Panpel PSSI NTB Buka Suara

PSSI NTB menilai ukuran trofi Liga 4 adalah hal yang wajar, namun menegaskan bahwa standar ukuran tersebut sudah konsisten digunakan.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Istimewa
TANGGAPI KRITIK: Kolase foto Wakil Ketua PSSI NTB, H. Suhaimi (kiri), dan tampilan trofi serta medali Liga 4 NTB (kanan). Suhaimi menegaskan bahwa ukuran trofi tersebut sudah sesuai dengan standar kompetisi resmi yang selama ini dijalankan oleh PSSI NTB. 

Ringkasan Berita:
  • PSSI NTB menilai ukuran trofi Liga 4 adalah hal yang wajar, namun menegaskan bahwa standar ukuran tersebut sudah konsisten digunakan.
 
  • Ketua Penyelenggara menekankan bahwa kualitas medali dan semangat juang pemain jauh lebih berharga daripada sekadar aspek fisik piala.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Wakil Ketua PSSI NTB, H Suhaimi memberikan tanggapan terkait komentar publik mengenai ukuran trofi yang diberikan pada Ajang Liga 4 NTB yang digelar di GOR 17 Desember Kota Mataram beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, perdebatan mengenai hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dalam sebuah kompetisi, namun selama ini tidak pernah menjadi persoalan pada ajang-ajang sebelumnya.

Ketua Penyelenggara Liga 4 NTB itu menjelaskan bahwa ukuran trofi yang digunakan saat ini sebenarnya konsisten dengan standar yang dipakai pada kompetisi-kompetisi sebelumnya, seperti Liga 3 dan Piala Soeratin.

“Kita sering pakai, coba lihat kompetisi dari sebelumnya Liga 3, Soeratin, segitu-gitu gak pernah kita yang besar-besar,” ucap Suhaimi saat dihubungi TribunLombok.com, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan bahwa sejak masih di Liga 3 hingga kini di Liga 4, ukuran piala memang tidak pernah dibuat mencolok secara ukuran.

Lebih lanjut, Suhaimi menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan pada aspek fisik trofi semata, melainkan pada atmosfer pertandingan dan semangat atau ghirah para pemain.

Menurutnya, pemain cenderung lebih menghargai medali sebagai bentuk pencapaian individu dan tim.

“Kalau bagi saya itu pemain atau tim itu biasanya lebih condong girohnya (semagat) pada medali,” jelasnya.

Suhaimi juga menekankan bahwa medali yang diberikan kepada tim juara adalah medali dengan kualitas standar, bukan berbahan plastik yang dianggap tidak menghargai perjuangan atlet.

Setiap tim diberikan sebanyak 30 medali yang dibagikan kepada pemain serta manajer.

Baca juga: Hasil Liga 4 PSSI NTB, PS Daygun Ditahan Imbang Persidom, Perslotim Ditaklukkan Persebi

Hal ini dianggap lebih krusial karena merupakan tanda langsung bagi individu yang telah menghasilkan prestasi.

Terkait perbedaan pandangan masyarakat mengenai nilai sebuah piala, Suhaimi menganggap hal tersebut sebagai hak masing-masing individu untuk menilai. Namun, ia berharap hal ini tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Kepuasan masing-masing orang itu kan berbeda-beda, gak usah kita perdebatkan terlalu jauhlah (ukuran piala itu),” tegasnya.

Saat ini, fokus utama PSSI NTB adalah untuk mempersiapkan langkah selanjutnya bagi tim yang telah mewakili provinsi di tingkat yang lebih tinggi.

PSSI NTB lanjut Suhaimi berencana melakukan koordinasi dengan Pelaksana Tugas (PLT) dan manajemen tim guna mendorong kesuksesan di fase liga berikutnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved