Manggala Bhumi NTB

Ada momen dalam hidup ketika kita tidak hanya diberi gelar,
tapi juga diingatkan dari mana kita berasal…
nilai apa yang membesarkan kita…
dan untuk siapa kita harus terus berjuang.

Dalam Babon Lontar Sasak, Manggala bukan sekadar pemimpin.
Ia adalah sosok yang memikul beban kaumnya,
yang berdiri paling depan ketika rakyatnya butuh perlindungan,
dan paling terakhir ketika semua orang telah beranjak pulang.

Hari ini, amanah sebagai Manggala Bhumi NTB membuat saya menundukkan kepala.
Bukan karena gelarnya,
tapi karena beratnya tanggung jawab yang ia bawa.

Kita telah sepakat memiliki satu musuh bersama: kemiskinan.
Selama masih ada ibu yang menahan lapar demi anaknya,
pemuda yang kehilangan harapan,
atau keluarga yang masih berjuang tanpa pilihan
maka tugas ini belum selesai.

Amanah adat ini bukan penghormatan bagi saya,
tetapi pengingat bahwa pemimpin harus hadir dengan hati,
dengan keberanian, dan dengan kejujuran pada rakyatnya.

Semoga langkah saya tidak jauh dari nilai leluhur Sasak yang telah menjaga kita selama ratusan tahun.

Dan semoga NTB selalu kuat…
karena kita menjaganya bersama.