NTB
NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026, Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen
Ringkasan Berita:
- Pemprov NTB menegaskan komitmen memperkuat ketahanan dan swasembada pangan sejalan dengan program nasional.
- Produksi padi NTB tahun 2025 mencapai 1,69 juta ton GKG, meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun 2024.
TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah, sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap program nasional.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan swasembada pangan seperti pada dekade 1980-an, melalui penguatan produksi, perluasan areal tanam, serta peningkatan produktivitas pertanian di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di NTB.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Hj. Eva Dewiyani, menyampaikan, bahwa tren capaian sektor pertanian di Provinsi NTB menunjukkan hasil yang sangat positif.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi NTB pada tahun 2025 mencapai 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.453.408 ton GKG.
Peningkatan tersebut juga ditopang oleh bertambahnya luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025, serta meningkatnya produktivitas padi dari 51,59 kuintal per hektare menjadi 52,59 kuintal per hektare.
Secara rinci, capaian produksi padi tahun 2025 di NTB berdasarkan data KSA BPS adalah sebagai berikut:
Kabupaten Lombok Tengah dengan luas panen 78.639 hektare, produksi 421.941 ton GKG, dan produktivitas 53,66 kuintal per hektare.
Kabupaten Sumbawa dengan luas panen 74.736 hektare, produksi 398.864 ton GKG, dan produktivitas 53,37 kuintal per hektare; Kabupaten Lombok Timur dengan luas panen 45.387 hektare, produksi 243.474 ton GKG, dan produktivitas 53,64 kuintal per hektare.
Kabupaten Bima dengan luas panen 42.845 hektare, produksi 208.018 ton GKG, dan produktivitas 48,55 kuintal per hektare; Kabupaten Dompu dengan luas panen 30.448 hektare, produksi 151.335 ton GKG, dan produktivitas 49,70 kuintal per hektare.
Kabupaten Lombok Barat dengan luas panen 25.488 hektare, produksi 135.678 ton GKG, dan produktivitas 53,23 kuintal per hektare; Kabupaten Sumbawa Barat dengan luas panen 14.548 hektare, produksi 74.496 ton GKG, dan produktivitas 51,21 kuintal per hektare.
Kabupaten Lombok Utara dengan luas panen 5.536 hektare, produksi 33.320 ton GKG, dan produktivitas 60,19 kuintal per hektare.
Kota Mataram dengan luas panen 2.736 hektare, produksi 17.727 ton GKG, dan produktivitas 64,78 kuintal per hektare, serta Kota Bima dengan luas panen 2.564 hektare, produksi 13.431 ton GKG, dan produktivitas 52,39 kuintal per hektare.
Menurut Ahsanul Khalik, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja kolektif seluruh pihak dalam membangun sektor pertanian, sekaligus menjadi fondasi optimisme menuju penguatan swasembada pangan NTB pada tahun 2026.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai program pro-rakyat, antara lain optimasi lahan pada tahun 2025 di NTB seluas 10.574 hektare, penggunaan benih unggul bermutu dan bersertifikat, penyaluran pupuk bersubsidi sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani menjadi Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi teknis, pemangku kepentingan, dan petani.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Eva Dewiyani, mengatakan bahwa memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus melakukan penguatan untuk menggerakkan seluruh potensi daerah, baik melalui optimalisasi lahan maupun program strategis lainnya, sebagai bentuk ikhtiar NTB dalam menyelaraskan program swasembada pangan pemerintah pusat di daerah.
“NTB optimistis dapat terus menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Produksi-padi-NTB-tahun-2025-mencapai-169-juta-ton-GKG.jpg)